Breaking News:

Wabah Virus Corona

Perlu Diketahui! Begini Bedanya Gejala Pusing Akibat Infeksi Covid-19 dengan Sakit Kepala Biasa

Sakit kepala gejala Covid-19 berkaitan dengan pilek, sinusitis dan alergi, yang membuatnya membingungkan untuk dikenali sebagai tanda positif Covid-19

Editor: Elma Gloria Stevani
Shutterstock.com
Ilustrasi sakit kepala. Berikut adalah beberapa tanda khas / gejala sakit kepala terkait gejala Covid-19 yang membedakan dengan sakit kepala biasa. 
TRIBUNMADURA.COM -  Banyak dari mereka yang dinyatakan terinfeksi virus Covid-19 mengeluhkan rasa sakit di kepala layaknya skait migrain.
Walau begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan lainnya tidak menghubungkan pusing sebagai salah satu gejala Covid-19 yang khas.

Umumnya, penderita Covid-19 akan mengalami gejala demam, kelelahan, dan batuk kering.

Selain itu, beberapa penderita mungkin akan mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat serta berair, sakit tenggorokan, hingga diare.

Namun, seiring virus Covid-19 terus berkembang dan menunjukkan bahwa pusing dan vertigo juga bisa disebabkan oleh infeksi virus Covid-19.

Berbeda dengan sakit kepala biasa, pusing pada penderita Covid-19 digambarkan memiliki senasi kepala yang sangat berat dan terasa seperti diremas kuat.

Biasanya sakit kepala tersebut terasa semakin buruk jika berikutnya disertai dengan batuk dan demam.

Sakit kepala terasa dalam periode lebih pendek, sementara sakit kepala yang disertai anosmia (kehilangan indra penciuman) tetap bertahan, bahkan setelah gejala Covid-19 telah diatasi.

Lantas, apa bedanya sakit kepala akibat infeksi Covid-19 dengan sakit kepala karena migrain biasa?

Dokter Spesialis Syaraf, dr. Dwi Astini Sp.S dari RSUP Persahabatan menjelaskan sakit kepala memang tidak termasuk pada penyakit di saluran pernapasan.

Namun saat ada tubuh yang sakit atau terjadi peradangan maka biasanya akan membuat sakit kepala sehingga mungkin saja Covid-19 ditandai dengan sakit kepala.

"Ada reaksi dari inflamasi dari virus yang masuk ke tubuh kita jadi sakit kepalaa akibat covid-19, bisa jadi alarm juga bagi diri kita," ucap dr. Dwi saat live bersama Radio Kesehatan, Selasa (11/8/2020).

Adapun ciri-ciri sakit kepala yang harus diwaspadai adalah sakit kepala yang dibarengi dengan suhu tubuh yang meningkat atau demam.

"Kaalu sudah kita sakit kepala berhubungan dengan covid-19 itu ada keluhan demamnya juga," ungkap dr. Dwi.

Kemudian perbedaan khusus kalau sakit kepala bukan karena covid-19 maka akan sensitif terhadap cahaya dan bunyi alias kepala akan terasa lebih nyeri kalau disekeliling ribut dan terlalu terang.

Sedangkan sakit kepala yang disebabkan oleh Covid-19 tidak merasakan sensitivitas atau biasa saja pada paparan cahaya dan bunyi ribut.

"Jadi sakit kepala murni sensi terhadap suara dan bunyi, cahaya yang silau atau bunyi berisik jadi sakit kepala, kalau sakit kepala karena Covid-19 gak sensitif," pungkas dr. Dwi.

Ada pula lima cara mengetahui sakit kepala yang kamu rasakan adalah gejala Covid-19.

Orang yang terserang Sakit kepala gejala Covid-19 melaporkannya sebagai sakit kepala yang tidak biasa.

Ciri-cirinya seperti sakit kepala yang sangat menyiksa dan kadang-kadang sakit kepala sebagian.

Namun tak jarang, Sakit kepala gejala Covid-19 ini berkaitan dengan pilek, sinusitis, dan alergi, yang membuatnya lebih membingungkan untuk dikenali sebagai tanda positif Covid-19.

Di samping itu, sakit kepala ringan juga dapat disebabkan oleh stres, screen time yang berlebihan, atau kualitas tidur yang buruk.

Sebagai gejala virus corona, sakit kepala telah dilaporkan baik pada tahap awal dan akhir infeksi Covid-19 oleh pasien.

Selain peradangan dan demam, sakit kepala bisa menjadi tanda infeksi parah jika bertahan lebih lama.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Istanbul, Turki mensurvei total 3196 pasien yang tidak terjangkit Covid-19 dan 262 pasien lainnya yang ditemukan positif. Semuanya mengeluh sakit kepala sebagai gejala infeksi virus corona yang mematikan itu.

Berdasarkan analisis, berikut adalah beberapa tanda khas / gejala sakit kepala terkait gejala Covid-19 yang membedakan dengan sakit kepala biasa:

Ilustrasi
Ilustrasi (Freepik)

1. Sakit kepala gejala Covid-19 berlangsung selama lebih dari 72 jam

Lebih dari 10 persen pasien Covid-19 mengatakan, kalau mereka mengalami sakit kepala yang berlangsung selama lebih dari 72 jam.

Sakit kepala yang disebabkan hal lain sangat jarang yang berlangsung selama ini atau biasanya mulai mereda.

Oleh sebab itu, para dokter menyarankan, agar orang-orang yang mengalami sakit kepala atau nyeri otot (myalgia) dengan durasi lebih dari 48-72 jam harus segera memeriksakan diri.

Beberapa pasien Covid-19 mungkin juga mengalami kepala tegang yang disebabkan oleh batuk, demam, atau menggigil yang ekstrem.

2. Sakit kepala gejala Covid-19 diiringi masalah pencernaan

Anehnya, satu hal yang dapat membedakan sakit kepala gejala Covid-19 dari bentuk sakit kepala lainnya adalah perkembangan gejala.

Sakit kepala gejala Covid-19 memiliki tanda-tanda seperti peradangan saraf yang dapat menyebabkan hilangnya indera penciuman, perasa, dan menyebabkan keluhan pencernaan.

Masalah pencernaan terjadi dengan adanya kram di perut, mual, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.

Meskipun tidak ada hubungan yang jelas antara masalah pencernaan dan sakit kepala, para peneliti menemukan keduanya menjadi komplikasi umum yang diderita oleh pasien Covid-19

Sehingga, masalah pencernaan ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan untuk diwaspadai sebagai Covid-19.
3. Sakit kepala gejala Covid-19 tidak bisa sembuh dengan obat biasa

Sakit kepala gejala corona sulit sekali mereda. Bahkan, obat-obatan penghilang rasa sakit kepala tidak dapat meringankan rasa sakit.

Namun, para peneliti menemukan, bahwa obat OTC dan obat analgesik dapat sedikit membantu orang-orang yang mengalami sakit kepala berlebihan.

Sakit kepala yang berlebihan ini bisa menjadi tanda peringatan infeksi corona, terutama jika tidak mengalami gejala khas lainnya.

Ilustrasi sakit kepala
Ilustrasi sakit kepala (medicalnewstoday.com)

4. Sakit kepala gejala Covid-19 terdapat denyutan

Jika kita mencurigai sakit kepala sebagai gejala corona, maka periksa kembali apakah kita mengalami sensasi berdenyut di kepala atau tidak.

Para ahli mengatakan, bahwa orang-orang yang menderita sakit kepala akibat gejala corona mungkin memiliki sakit kepala yang parah.

Mereka juga sulit untuk berkonsentrasi pada pekerjaan karena sakit kepala yang membuatnya benar-benar pusing.

Nyeri ekstrem dan sakit kepala juga bisa menjadi tanda awal serangan virus corona.

Sementara itu, banyak yang menyamakan sakit kepala tersebut mirip dengan migrain. Tetapi, sakit kepala dapat memburuk bagi sebagian orang ketika mereka membungkuk.

5. Sakit kepala gejala Covid-19 sering terjadi pada pria

Terakhir, menurut penelitian, pria memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami sakit kepala karena gejala corona daripada wanita.

Analisis dari kelompok studi menemukan, bahwa lebih banyak pria yang melaporkan sakit kepala sebagai gejala Covid-19.

Sekali lagi, meskipun tidak ada bukti ilmiah untuk ini, namun faktanya pria memiliki imunitas yang lebih rendah dalam tubuh mereka.

Hal ini mungkin merupakan tanda untuk menjadi perhatian jika kita pernah melakukan kontak dengan orang yang positif Covid-19.

Itulah cara membedakan sakit kepala biasa dengan gejala Covid-19.

Ingat pandemi masih terjadi, tetap disiplin terapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

Simak artikel lain terkait sakit kepala

Simak artikel lain terkait gejala Covid-19

Simak artikel lain terkait Virus Corona

FOLLOW JUGA:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Cara Mengetahui Sakit Kepala Sebagai Gejala Covid-19",

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebagian Orang Positif Covid-19 Alami Gejala Pusing, Apa Bedanya dengan Sakit Kepala Biasa?

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved