Virus Corona di Pamekasan

Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Pamekasan Menurun Drastis, Dua Ruang Isolasi RSUD SMART Ditutup

Pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo semakin berkurang. Dua ruang isolasi rumah sakit ditutup.

TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Suasana ruang isolasi pasien positif Covid-19 di RSUD SMART Pamekasan, Madura sebelum ditutup. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pamekasan, Madura menunjukkan penurunan yang signifikan.

Di rumah sakit rujukan pasien Covid-19, khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, pasien positif Covid-19 makin berkurang.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMART Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat mengatakan, dalam sepekan ini, pasien positif Covid-19 di Pamekasan mengalami penurunan yang signifikan.

Kata dia, saat ini RSUD SMART Pamekasan hanya merawat 7 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, 2 ruang isolasi di RSUD SMART Pamekasan juga sudah ditutup.

Ia mengaku bersyukur sebab saat ini, RSUD SMART Pamekasan hanya merawat pasien lama.

"Kami bersyukur karena tidak ada tambahan pasien baru,” kata Syaiful Hidayat kepada TribunMadura.com, Senin (6/9/2021).

Dokter yang akrab disapa Yayak ini meminta masyarakat Pamekasan agar tetap mematuhi protokol kesehatan, meski angka pasien positif Covid-19 menurun.

Menurut dia, bisa saja masih ada potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 bila masyarakat Pamekasan tidak patuh protokol kesehatan.

Saran dia, meski nantinya PPKM tidak diperpanjang lagi, belum tentu kasus Covid-19 juga berakhir.

"Kami akan terus menggenjot program vaksinasi agar segera terbentuk Herd Immunity di masyarakat," ujarnya.

Yayak juga mengajak masyarakat ikut andil mensukseskan program vaksinasi dan tidak terpengaruh isu hoaks.

Kata dia, vaksinasi ini sangat penting bagi masyarakat agar terhindar dari penularan Covid-19.

Berdasarkan data yang pihaknya himpun, vaksinasi di Pamekasan per hari ini mencapai 16 persen.

"Lambatnya vaksinasi karena masih banyak masyarakat yang termakan isu hoaks. Jadi semua pihak harus ikut andil dan berperan untuk mensukseskan program vaksinasi ini," ajaknya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved