Breaking News:

Berita Lumajang

Musim Hujan Datang, BPBD Lumajang Ingatkan Titik Rawan Bencana Hidrometerologi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lumajang memprediksi ancaman bencana hidrometerologi akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Samsul Arifin
SURYAMALANG.COM/HAYU YUDHA PRABOWO
Foto ilustrasi cuaca mendung berpotensi hujan. 

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Belakangan ini hujan intensitas deras kerap turun di sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang. Bisa dipastikan, kondisi ini menandakan bahwa musim penghujan datang lebih awal. Warga pun diimbau untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometerologi.

Bencana hidrometerologi adalah bencana yang terjadi dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim dengan berbagai paramaternya. Jenis bencana hidrometerologi yakni banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang memprediksi ancaman bencana hidrometerologi akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan. 

Catatan BPBD ada empat kecamatan yang rawan potensi bencana. Yakni Senduro, Pronojiwo, Candipuro, dan Rowokangkung.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang 
Wawan Hadi Siswoyo,  bencana tanah longsor dan pohon tumbang berpotensi terjadi di Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, Senduro.

Baca juga: Gunung Semeru Luncurkan Gugurkan Lava 4 Kali dalam 24 Jam, BPBD Lumajang Imbau Warga Sekitar

"Yang diwaspadai terutama Jalan Piket Nol di kilometer 53-59 arah Lumajang-Malang berpotensi longsor tanah, batu, dan pohon tumbang," katanya.

Sedangkan untuk ancaman banjir bandang dan lahar dingin Gunung Semeru berlangsung di Kecamatan Rowokangkung.

"Banjir ini rawan terjadi di 4 Daerah Aliran Semeru (DAS) yaitu Kali Rejali, Glidik, Besuk Sat, dan Curah Kobokan," jelasnya.

Kini BPBD Lumajang telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan para relawan untuk setiap saat melaporkan perkembangan di seluruh wilayah rawan bencana.

Selain itu, BPBD Lumajang juga telah memasang beberapa papan himbauan di beberapa titik rawan bencana hidrometerologi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved