Breaking News:

Berita Jawa Timur

Kereta Api Argo Bromo Anggrek Diluncurkan, Rute Surabaya-Jakarta Dapat Ditempuh Hanya 8 Jam 10 Menit

Perjalanan tersebut tepatnya dari stasiun keberangkatan di Stasiun Surabaya Pasar Turi dan berakhir di Stasiun Gambir DKI Jakarta. 

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Fatimatuz Zahroh
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo saat menghadiri Launching Percepatan Waktu Tempuh dan Percepatan Layanan Kereta Api di Stasiun Surabaya Pasar Turi, Jumat (24/9/2021) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Peningkatan layanan moda transportasi yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Tbk diapresiasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Utamanya Daops 8 Surabaya yang kini memiliki layanan Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Layanan kereta ini menyediakan layanan transportasi tujuan Surabaya-Jakarta yang lebih cepat dari biasanya.

Jika sebelumnya perjalanan kereta Surabaya-Jakarta menempuh waktu 8 jam lewat 30 menit, kini maju lebih cepat 20 menit menjadi 8 jam lebih 10 menit.

Perjalanan tersebut tepatnya dari stasiun keberangkatan di Stasiun Surabaya Pasar Turi dan berakhir di Stasiun Gambir DKI Jakarta. 

Baca juga: Mulai Besok, Harga Rapid Test di Stasiun Kereta Api Turun dari Rp 85.000 jadi Rp 45.000

“Ini invovasi yang tentunya sangat membantu bagi masyarakat. Karena bisa sampai ke ibukota lebih cepat,” kata Khofifah saat hadir di Launching Percepatan Waktu Tempuh dan Percepatan Layanan Kereta Api di Stasiun Surabaya Pasar Turi, Jumat (24/9/2021). 

Nantinya, dengan adanya percepatan layanan waktu tempuh 8 jam 10 menit, Kereta Api Argo Bromo Anggrek akan melewati Stasiun Bojonegoro, Semarang, Pekalongan, Cirebon, Jatinegara dan berakhir di Stasiun Gambir.

Tak hanya itu, di dalam Kereta Api juga dilengkapi dengan layanan WIFI dan terdapat Live Cooking yang akan menambah kenyamanan pengguna Kereta Api. 

Lebih lanjut menurut mantan Menteri Sosial ini, percepatan waktu tempuh dan layanan ini, akan memberikan kepastian waktu bagi masyarakat yang akan bepergian dari Jatim menuju ke daerah lain. 

Diakui Gubernur Khofifah, di masa Pandemi Covid jumlah penumpang kereta api menurun drastis. Berdasarkan data dari Dishub, jumlah penumpang kereta yang semula 17.501 orang per hari, turun drastis menjadi 7.681 orang per hari di masa PPKM pada juni 2021. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved