Waspada Penyakit Jantung Mengintai Anak Muda, Simak Faktor-Faktor yang Dapat Memicu Sakit Jantung
Penyakit jantung justru diderita oleh pasien dengan usia muda beberapa waktu belakangan.
Kebiasaan lain yang menambah dampak buruk dari jarang bergerak adalah banyak konsumsi jajanan atau ngemil.
"Harusnya pandemi bukan alasan untuk malas gerak. Olahraga harus tetap jalan. Apalagi orang kita hobi ngemil," kata dia.
"Bahaya ini kalau tidak diimbangi kebiasaan hidup sehat. Tingkat serat kurangi ngemil," ungkapnya.
Selain kebiasaan malas gerak, faktor risiko lain yang bisa meningkatkan kemungkinan penyakit jantung adalah tidak bisanya mengelola stres.
Menurut dr Sebastian, ketika stres, jantung akan bekerja lebih keras. Oleh karena itu, manajemen stres yang baik dibutuhkan.
"Stres ini menyumbang risiko besar juga dalam penyakit jantung. Apalagi kalau stres pelariannya ke rokok dan rokok elektrik. Wah ini malah bahayanya dobel," katanya.
dr Sebastian kemudian mengimbau untuk bisa berdamai dengan stres. Caranya bisa dengan memperbanyak aktivitas positif seperti olahraga.
"Olahraga sebenarnya bisa meningkatkan kebahagiaan. Karena, saat seseorang olahraga maka hormon kortisol yang memicu stres dan adrenalin dalam tubuh akan menurun. Olahraha bisa obat untuk mengatasi depresi dan rasa cemas," tutupnya.