Breaking News:

Berita Surabaya

Ngaku Cuma Buang Sampah, Kurir Sabu Jaringan Surabaya-Madura Dicokok BNN Jatim

BNN Provinsi Jatim berhasil menangkap satu orang kurir sabu jaringan antara wilayah Surabaya-Madura

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Deretan tersangka dari sejumlah pengungkapan kasus yang berhasil ditangkap petugas BNNP Jatim, di Gedung Pertemuan BNNP Jatim 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim berhasil menangkap satu orang kurir sabu jaringan antara wilayah Surabaya-Madura.

Pelaku bernama Wahyu Angga (32) warga Sidotopo, Semampir, Surabaya. Ia merupakan juru parkir di kawasan perbelanjaan di kawasan Simokerto, Surabaya.

Saat disergap oleh petugas di depan pintu Timur Kapasari Pedukuhan Gg. IX Surabaya, Sabtu (25/9/2021) kemarin. 

Wahyu kedapatan menyimpan 2 poket sabu dengan berat total 201 gram. Serbuk kristal putih halus itu, dikemas dalam buntalan kain putih.

Lalu diwadahi kantung kresek, dan digantungkan pada pengait barang pada motor Honda Vario yang sedang dikendarainya.

Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Jatim Kombes Pol Daniel mengungkapkan, aktivitas pelaku sebagai kurir selama ini, dikendalikan oleh seorang bandar lain bernama Yasin.

Baca juga: Hasil Tes Urine, Tiga Bakal Calon Kepala Desa Positif Narkoba, Ini Penjelasan BNNK Sumenep

Sosok bandar, Yasin, telah masuk pada daftar pencarian orang (DPO) yang kini sedang dalam tahap pengejaran.

"(Saat ditangkap) W ini disuruh ambil sabu di rumah mertua bosnya (Y atau Yasin), di Kapasari," ujarnya, Kamis (30/9/2021).

Sekali mengirim barang sabu, Wahyu memperoleh upah sejumlah Rp50 Ribu. Wahyu mengaku kepada penyidik, ungkap Daniel, dirinya sudah melayani jasa antar dan kirim barang haram tersebut 7 kali, sejak Juli 2021 kemarin.

"Dia ini residivis kasus sama. Diulangi sama dia," ungkapnya.

Selama kurun waktu itu, pelaku melakukan pengiriman sabu menggunakan metode 'Ranjau'. 

Yakni meletakkan benda yang dipesan di daerah atau area yang hanya diketahui oleh si penerima pesan.

Namun, dalam proses penerapannya, Wahyu selalu meletakkan sabu tersebut, dalam wadah tong sampah, guna menghindari kecurigaan orang lain ataupun petugas.

"Dia kirim pakai sistem ranjau. Taruh di tong sampah, sama dia," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved