Breaking News:

Berita Pamekasan

Usai Laporkan Suami ke Polisi, Istri Dosen Pamekasan Juga Minta Kampus Cabut Sertifikasi Suaminya

Seorang dosen di Pamekasan dilaporkan istrinya sendiri ke polisi atas kasus dugaan penelantaran keluarga.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Cham (49) (kiri) saat mendatangi Kantor Satreskrim Polres Pamekasan yang didampingi pengacaranya, Yolies Yongky Nata (kanan), Kamis (12/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Seorang dosen Kampus Universitas Madura (Unira) berinisial AR ditetapkan sebagai tersangka kasus penelantaran keluarga.

AR menjalani proses hukum kasus dugaan penelantaran keluarga setelah dilaporkan istrinya sendiri, Cham (49).

Berdasarkan isi surat pemberitahuan dimulainya penyidikan dari Polres Pamekasan ke Kejari Pamekasan yang dihimpun TribunMadura.com dimulai sejak 25 Agustus 2021 lalu, tercantum perihal penyidikan tindak pidana penelantaran dalam lingkup rumah tangga. 

Dalam surat pemberitahuan tersebut juga tertulis, sejak 20 September 2021, AR ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah penetapan tersangka, istri AR, Cham mendatangi Kampus Unira bersama kuasa hukumnya, Jumat (1/10/2021) siang.

Ia menyampaikan surat permohonan kepada Rektor Unira agar mempertimbangkan jabatan suaminya sebagai dosen hukum di kampus tersebut.

Baca juga: Dosen Pamekasan Ditetapkan sebagai Tersangka, Dilaporkan Istri ke Polisi Karena Telantarkan Keluarga

Cham meminta kepada Rektor UNIRA agar memberhentikan jabatan suaminya yang saat ini menjabat sebagai Ketua Biro Bantuan Hukum (BBH) UNIRA.

"Orang yang paham hukum dan ngerti hukum, serta dosen yang senior justru melakukan pelanggaran hukum," kata Cham kepada sejumlah media saat ditemui usai menyerahkan surat permohonan ke pihak rektorat UNIRA.

Menurut Cham, adanya kasus ini akan menjadi preseden buruk bagi akademisi Kampus UNIRA.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved