Breaking News:

Berita Surabaya

Hilangkan Stigma Negatif Tentang Jalan Kunti, Polda Jatim Bakal Buat 'Kampung Tangguh Bebas Narkoba'

itresnarkoba berkomitmen mengubah stigma negatif terhadap permukiman Jalan Kunti Sidotopo Surabaya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jatim AKBP Samsul Makali saat ditemui awak media dalam razia antisipasi peredaran narkotika, di Jalan Kunti, Sidotopo, Semampir, Surabaya, Rabu (6/10/2021) dini hari. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Ditresnarkoba berkomitmen mengubah stigma negatif terhadap permukiman Jalan Kunti, Sidotopo, Semampir, Surabaya yang dikenal sebagai wilayah rawan peredaran narkotika.

Kabag Bin Ops Ditresnarkoba Polda Jatim AKBP Samsul Makali mengungkapkan, pihaknya berupaya lebih gencar melakukan mekanisme pencegahan, berupa razia peredaran narkotika yang masih terdapat di kawasan permukiman tersebut.

Mekanisme razia semacam itu, merupakan cara agar menciptakan efek pencegahan terhadap potensi peredaran narkotika yang masih menjadi kronik di tengah masyarakat permukiman tersebut.

"Pertama, kami lakukan razia seperti ini, untuk menimbulkan efek detern. Kalau nanti disini masih ada. Ya kami lakukan operasi lagi besar-besaran di sini," katanya pada awak media, di lokasi Rabu (6/10/2021) dini hari.

Baca juga: Cerita Warga Jalan Kunti yang Kaget saat Didatangi Ratusan Polisi Bersenjata Lengkap Dini Hari

Bahkan, Makali menegaskan, pihaknya bakal membuat posko pencegahan narkoba di permukiman Jalan Kunti

Atau memperkuat posko serupa yang telah dibentuk beberapa waktu lalu, oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yakni posko Kampung Tangguh Bebas Narkoba.

"Ke depan kemungkinan kami akan dirikan posko kampung bersih narkoba, atau kampung tangguh bersih narkoba," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pernah menyulap permukiman di Jalan Kunti, Sidotopo, Semampir, Surabaya itu, sebagai 'Kampung Tangguh Bebas Narkoba', pada Rabu (16/6/2021) silam.

Upaya tersebut, bertujuan memberdayakan partisipasi masyarakat dalam menangkal peredaran narkoba yang berpotensi muncul di kawasan jalan yang terdiri dari tiga pembagian yuridis rukun warga (RW), yakni RW 7, RW 8, dan RW 10 itu.

Stigma yang menyebut bahwa permukiman di sana sebagai kawasan rawan peredaran narkoba, ditengarai oleh maraknya, operasi penangkapan terduga pelaku penyalahgunaan narkoba.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved