Inilah Penjelasan Hari Jumat Berpredikat Rajanya Hari dan Keistimewaannya
pemaparan dari Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta, Khasa Ubaidilah menjelaskan rajanya hari Jumat
Namun demikian, lanjut Khasan, waktu secara persisnya tersebut tidak dijelaskan dengan detail.
"Tapi, disampaikan oleh Imam Al Ghazali, itu waktu tepatnya itu disembunyikan, agar semua orang itu mau mengikhtiarkan untuk berbuat baik dan meminta hal yang baik disepanjang hari Jumat," jelasnya.
Ada pula sebuah riwayat yang menyatakan bahwa hari Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.
اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ
Artinya: Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.
Maksud dari hadits tersebut adalah, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat seperti halnya berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala meskipun berbeda tingkat pahalanya.
Sementara dalam hadits lain juga dijelaskan bahwa ibadah di hari Jumat menghapus dosa dalam sepekan.
Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadis diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang mandi lalu berangkat Jumat, kemudian mendirikan shalat semampunya, selanjutnya diam mendengarkan khutbah hingga selesai kemudian shalat bersama imam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu hingga Jumat berikutnya dan ditambah tiga hari lagi.” (HR. Muslim)
Di hari Jumat pula umat muslim dianjurkan untuk membaca Surat Al-Kahfi.
Dalam sebuah hadits diterangkan, orang yang membaca Surat Al Kahfi di hari Jumat maka akan disinari cahaya di antara dua Jumat.
“Barangsiapa yang membaca surat al-Kahfi pada hari Jum’at, maka ia akan disinari oleh cahaya diantara dua Jum’at” .
Selain itu, Nabi juga menganjurkan agar memperbanyak membaca shalawat pada hari Jumat.
Masih banyak hadits lainnya yang berkaitan dengan Jumat dan keutamaan hari Jumat.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Hari Jumat Disebut Sayyidul Ayyam, Apa Maksudnya?"