Breaking News:

Berita Pamekasan

3 Upaya Baddrut Tamam Agar Covid-19 Pergi dari Pamekasan, Ajak Masyarakat Ikut Ambil Bagian

Baddrut Tamam mengajak masyarakat agar bekerja sama menghentikan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pamekasan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat mengecek vaksinasi di Pamekasan 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengajak masyarakat agar bekerja sama menghentikan laju penyebaran Covid-19 di Pamekasan.

Baddrut Tamam mengungkapkan, ada beberapa cara yang dilakukan Pemkab Pamekasan untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19.

Sejauh ini, Pemkab Pamekasan telah melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19.

Pemkab Pamekasan, lanjut dia, juga membentuk masjid tangguh bencana (mastana), pasar tangguh bencana (pastana), pesantren tangguh bencana (santana).

Kemudian, pedagang kaki lima tangguh bencana (gangtana), komunitas tangguh bencana (montana), serta vaksinasi masif di beberapa lembaga dan pondok pesantren agar tercipta kekebalan kelompok di tengah masyarakat.

Baca juga: Baddrut Tamam Resmi Tunda Pilkades Pamekasan 2021, Ungkap Faktor Utama Penundaan Pemilihan Kades

Menurutnya, dampak adanya berita hoaks tersebut membuat seseorang ragu, tidak percaya, bahkan menolak atas informasi benar yang disampaikan pemerintah.

Bahkan, adanya vaksinasi yang dilakukan pemerintah untuk membuat herd immunity masyarakat tak luput dari serangan fitnah yang masif di media sosial.

Bupati dengan sederet prestasi ini menerangkan, ada tiga cara yang dapat dilakukan masyarakat agar tingkat kesehatan meningkat dan ekonomi masyarakat bangkit kembali.

Sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti semula.

"Kuncinya agar segera reborn ekonomi kita, agar segera bangkit kemakmuran dan kesejahteraan kita, maka ayo vaksin, ikuti protokol kesehatan dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT. Itu kuncinya," kata Mas Tamam kepada TribunMadura.com, Sabtu (9/10/2021).

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini meminta masyarakat harus menyadari tentang pentingnya vaksin dan protokol kesehatan.

Ia menyarankan tidak perlu berdebat tanpa pengetahuan yang jelas.

"Kalau debatnya panjang, tidak vaksin, protokol kesehatan dan tidak berdoa, tidak dapat apa-apa," ujarnya.

"Sementara ekonomi dan pandemi ini bertolak belakang, pandemi menghendaki berjarak, ekonomi menghendaki berdekatan. Makanya kalau ingin ekonomi kita bangkit kembali, vaksin, prokes dan berdoa," ajak dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved