Breaking News:

Berita Pamekasan

Baddrut Tamam Resmi Tunda Pilkades Pamekasan 2021, Ungkap Faktor Utama Penundaan Pemilihan Kades

Pelaksanaan Pilkades Pamekasan 2021 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Pilkades Serentak 2019 di Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (11/9/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam resmi menunda pelaksanaan Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Pamekasan.

Pelaksanaan Pilkades Pamekasan 2021 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baddrut Tamam mengatakan, penundaan Pilkades Pamekasan 2021 dilakukan sampai ada kebijakan lebih lanjut.

Ia mengungkapkan, pertimbangan penundaan Pilkades Pamekasan 2021 karena realiasi vaksinasi Covid-19.

Jika  cakupan realiasi vaksinasi Covid-19 di desa sudah mencapai sebanyak 70 persen, lanjut dia, Pilkades Pamekasan 2021 dapat terlaksana,

“Penundaan tahapan pilkades sebagaimana dimaksud dalam huruf A, tidak membatalkan tahapan pilkades sebelumnya,” kata Baddrut Tamam secara virtual, Jumat (8/10/2021) malam.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER HARI INI - Temuan Penyu Raksasa di Sumenep hingga Bantuan Bedah Rumah

Bupati menegaskan, perubahan jadwal tahapan sebagaimana dimaksud dalam keputusan ke satu huruf A, dapat dikonsultasikan kepada sub kepanitia kecamatan atau panitia kabupaten. Dan keputusan mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, Jumat, 8 Oktober 2021.

Abdul Wakit, Balon Kades Bajur, Kecamatan Waru mengatakan, ia dan beberapa balon kades lainnya di kawasan pantura sudah mendengar dan melihat keputusan bupati yang disampaikan lewat rekaman video yang dikirim temannya tadi malam.

Menutur Abdul Wakit, ia dan balon kades lainnya menerima dengan lapa dada mengenai penundaan pilkades serentak yang diputuskan bupati.

Pertimbangan bupati menunda itu demi kebaikan bersama, karena cakupan vaksinasi di desa yang masih rendah.

Setelah mendengar keputusan penundaan pilkades serentak ini, pihakya meminta pemkab, melaui forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimka) dan desa untuk melakukan sosialisasi vaksinasi kepada masyarakat dengan cara pendekatan.

“Saya dan teman-teman balon kades akan membantu memberikan penjelasan kepada masyarakat pentingnya vaksinasi, sehingga vaksinasi di desa bisa mencapai 70 persen,” ukat Abdul Wakit kepada Surya.co.id ( grup TribunMadura.com ), Sabtu (9/10/2021) 

Seperti diberitakan, sejumlah balon kades mendesak bupati Pamekasan segera menggelar Pilkades Serentak 2021

Alasanya, karena kasus Covid19 di Pamekasan sudah landai.

Selain itu, agar tidak terjadi kekosongan jabatan kades, karena hanya akan dijabat pelaksana tugas (Plt) dan pejabat (Pj).(sin/muchsin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved