Inilah Alasan Kenapa Bunga Edelweis Dilarang Dipetik saat Mendaki Gunung, Simak Fakta-Faktanya
Pendaki gunung dilarang memetik Bunga Edelweis. Larangan ini diterapkan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Penulis: Ayu Mufidah | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA.COM - Hampir setiap gunung di Indonesia terdapat bunga edelweis.
Bunga edelweis yang banyak dijumpai di gunung-gunung ini masuk keluarga Asteraceae.
Tak seperti bunga pada umumnya, bunga edelweis mampu tumbuh di lingkungan bersuhu dingin.
Itulah sebabnya bunga edelweis banyak tumbuh di sekitar gunung.
Nama Edelweis berasal dari kata Jerman "Edelwei", seperti dikutip dari natgeos.com.
Edelweis berasal dari kombinasi dari dua kata lain, "Edel" yang berarti mulia dan "Weiß" yang berarti putih.
Sementara bunga edelweis mempunyai nama latin Anaphalis javanica.
Baca juga: Gadis 16 Tahun ini Berwajah Lebih Tua dari Ibunya, Sudah Berbeda Sejak Lahir, Tahan Malu Tiap Keluar
Tanaman ini memiliki bunga beludru putih lembut dengan ujung hijau atau kekuningan pada bulan Juli, yang berakhir pada bulan September.
Karena keindahannya dan berbagai kebutuhan manusia, tak heran jika bunga edelweis telah menghilang di banyak tempat.
Saat ini, kita dapat menemukan bunga edelweis dalam jumlah yang lebih sedikit daripada sepuluh tahun yang lalu.
Oleh karena itu memetik bunga ini dilarang oleh hukum di banyak negara, termasuk Indonesia.
Lantas, mengapa bunga edelweis dilarang dipetik?
Salah satu alasan mengapa bunga edelweis dilarang dipetik yakni karena merupakan tumbuhan yang dilindungi.
Larangan memetik bunga edelweis tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 33 Ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber Hayati Ekosistem.
Dilansir dari Kompas.com, Direktur Keanekaragaman Hayari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra Eksploitasia menjelaskan, tanaman Edelweis dilindungi karena masuk dalam kawasan konservasi.