Breaking News:

Berita Sumenep

Berikan Bantuan Ketua TP PKK Sumenep Gencarkan Sosialisasi tentang Stunting ke Warga

perhatian yang diberikan bukan hanya mengenai gizi saja, namun katanya pihaknya akan membantu tempat tinggal mereka yang di tempati

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Ketua TP PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi berikan bantuan sembako pada penderita anak stunting di Kecamatan Manding. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi memberikan bantuan kepada 147 balita penderita stunting yang ada di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep pada hari Senin (15/11/2021).

Bantuan dari TP PKK Sumenep itu berupa sembako dan makanan bergizi bagi anak penderita stunting

"Kami turun ke bawah ingin menyaksikan secara langsung keadaan masyarakat baik lingkungan, tempat tinggal yang mempunyai balita penderita stunting itu," kata Nia Kurnia Fauzi.

Menurutnya, perhatian yang diberikan bukan hanya mengenai gizi saja, namun katanya pihaknya akan membantu tempat tinggal mereka yang di tempati.

"Sudah kami sampaikan kepada masyarakat yang mempunyai balita stunting dan penerima bantuan sosial (bansos) untuk bisa mendapat bantuan bukan hanya makanan saja, tapi tempat tinggal yang layak huni (RTLH)," katanya.

Baca juga: Cegah Pernikahan Dini Ketua TP PKK Sumenep Imbau Remaja Sadar Ini

Istri Bupati Sumenep ini menambahkan, selain itu pihaknya sering sampaikan edukasi bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Agar tidak terjadi gagal tumbuh katanya,  diperlukan asupan gizi terhadap anak.

"Melalui kader PKK dan para bidan Desa agar bisa memberikan edukasi kepada masyarakat yang mempunyai balita agar bisa memberikan gizi seimbang kepada anaknya," sarannya.

Bahkan katanya, selama ini upaya yang di lakukan TP PKK Sumenep adalah bekerja sama dengan stakeholder seperti para perangkat Desa, Bidan Desa dan para kader untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar para Ibu rumah tangga paham makanan yang akan diberikan kepada balitanya.

"Kami melakukan surve bahwa yang mengalami stunting bukan hanya balita dari orang tua kalangan menengah kebawah, akan tetapi banyak pula para orang tuanya yang menengah ke atas," katanya.

Faktor tersebut dikarenakan kurangnya pemahaman para orang tua dalam memberikan asupan gizi kepada anaknya.

"Saya minta kepada para kader (TP PKK) agar secara masif memberikan edukasi kepada masyarakat agar paham tentang gizi yang harus diberikan kepada anaknya," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved