Breaking News:

Berita Sumenep

Kata Kasat Narkoba Polres Sumenep Terakit Peredaran Narkotika di Wilayahnya

Para korban di wilayah Sumenep ini kata Iptu Taufik Hidayat, larinya banyak ke daerah Kabupaten Sampang, Sokobanah

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kasat Narkoba Sumenep, Iptu Taufiq Hidayat saat memberikan tanggapan, Senin (15/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kasat Narkoba Polres Sumenep, Iptu Taufik Hidayat membantah pernyataan dalam pemberantasan kasus narkoba di wilayah hukumnya disebut "Tumpul ke- atas (bandar besar/pengedar) dan tajam ke- bawah (korban)".

"Ah, itu cuma slogan-slogan yang selalu disampaikan," kata Iptu Taufik Hidayat, Senin (15/11/2021).

Bahkan menurut mantan Kapolsek Batang-Batang ini, pernyataan itu tidaklah benar.

"Itu tidak benar, kalau tajam ke atas kita ketahui bersama Sat Narkoba bersama BNN sudah menangkap sekitar 75 ton (narkoba). Itu bandar besar, hal itu kita yang bermuara ke daerah barat. Sedangkan disini (Sumenep) hanya subs-subs dan kebanyakan lagi sebagai korban," terangnya.

Para korban di wilayah Sumenep ini kata Iptu Taufik Hidayat, larinya banyak ke daerah Kabupaten Sampang, Sokobanah.

Baca juga: Kajari Sumenep Tegaskan Pemberantasan Narkoba Tak Pandang Bulu

Pihaknya berharap, pemberantasan bandar narkoba itu katanya benar-benar habis dan bersih.

"Kemudian yang di bawah (korban) disini, sekarang kita balik tajamnya ke-atas. Karena menurut saya tajamnya ke atas malah, karena apa ? diatas itu sudah kita tebang," bantahnya.

Diberitakan, Indonesia adalah Negara hukum yang senantiasa mengutamakan hukum sebagai landasan dalam seluruh aktivitas Negara dan masyarakat.

Kajari Sumenep, Adi Tyogunawan mengakui sebuah istilah bahwa "Hukum Tumpul ke- Atas dan Runcing ke- Bawah".

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved