Breaking News:

Berita Probolinggo

Pasien Covid 19 di Probolinggo Tinggal 1 orang, Plt DKP2KB Imbau Warga Tetap Terapkan Prokes

dr. Nurul Hasanah Hidayati mengatakan satu pasien itu masih dalam perawatan di tempat isolasi terpadu (isoter) Rusunawa Mayangan

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Samsul Arifin
Shutterstock/Petovarga
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Tren kasus Covid-19 di Kota Probolinggo saat ini berangsur menurun. Berdasar data, per Kamis 18 November 2021, kasus aktif Covid-19 hanya tersisa satu pasien saja.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Berdasar data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati mengatakan satu pasien itu masih dalam perawatan di tempat isolasi terpadu (isoter) Rusunawa Mayangan.

Pasien tersebut dalam kondisi baik serta tanpa gejala.

"Usai 10 hari menjalani perawatan di isoter, satu pasien tersebut bakal dites swab antigen ulang. Bila hasilnya negatif atau dinyatakan sembuh, pasien boleh pulang ke rumah. Setelahnya, mudah-mudahan Kota Probolinggo zero kasus aktif Covid-19," katanya kepada Surya, Jumat (19/11).

Ida -sapaan Plt Kepala DKP2KB- mengungkapkan, penurunan kasus aktif Covid-19 ini dipengaruhi faktor meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Tim Pengabdian Masyarakat ITS Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro di Probolinggo

Oleh sebab itu, ia mengimbau warga agar tak terlalu euforia dengan kabar baik Covid-19 di Kota Probolinggo yang melandai. Penerapan protokol kesehatan 5M tak boleh dikendorkan.

"Itu agar kasus aktif Covid-19 tak kembali meningkat akibat lonjakan pasien. Butuh kerjasama masyarakat untuk mencapai zero kasus aktif Covid-19," tegasnya.

Ia melanjutkan, kasus aktif Covid-19 yang menurun ini juga tak terlepas dari cakupan vaksinasi yang makin meluas.

Dari data, Kamis 18 November 2021, cakupan vaksinasi di Kota Probolinggo dosis pertama penduduk secara umum mencapai 75,2 persen dan dosis kedua 59,1 persen.

"Kami terus menggenjot vaksinasi, utamanya sasaran lansia. Saat ini capaian vaksinasi lansia dosis pertama sudah 43,8 persen dan dosis kedua 27 persen," terangnya.

Ia menjelaskan kendati kasus Covid-19 tengah menurun, upaya antisipasi konsisten dilakukan.

Pihaknya tetap menyiagakan isoter dan RSUD Dr. Mohamad Saleh beserta tenaga kesehatannya.

Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RSUD Dr. Mohamad Saleh disiapkan 64 unit, tak ada pengurangan.

"Kami juga meningkatkan pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3T). Komponen pendukung 3T disiapkan. Keterampilan nakes dalam melaksanakan 3T ditingkatkan," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved