Breaking News:

Berita Bangkalan

Rumah Penerima Bantuan di Bangkalan Bakal Ditempeli Stiker, Program Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Program penanganan kemiskinan ekstrem di Bangkalan, rumah penerima bantuan bakal ditempeli stiker

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni, MM (tengah) didampingi Asisten Pemerintah Setdakab Bangkalan, Siswo Irianto (kanan) memimpin Rapat Pendataan Baru terkait Penanganan Kemiskinan Ekstrem di Aula Diponegoro Pemkab Bangkalan, Rabu (17/11/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Akhir November ini Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan akan melakukan pendataan bersama para pendamping desa dan Tim Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) melalui aplikasi Sistem Data dan Layanan Sejahtera bersama Bupati (Sidaya Sehati) di 25 desa di 5 kecamatan yang menjadi sasaran program Penanganan Kemiskina Ekstrem.

Rumah-rumah para PKM bansos berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan ditempel stiker. Hal itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial RI Nomor 1000/LJS/HM.01/6/2019 tertanggal 18 Juni 2019 perihal Labelisasi Kartu Penerima Manfaat PKH dan BNPT.

“Kami berharap tidak ada penolakan karena surat sudah terkirim. Pendataan segera dilakukan di 25 desa di 5 kecamatan, sisanya akan dilanjutkan tahun depan,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta, Jumat (19/11/2021).

Seperti diketahui, Bangkalan menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur bersama Kabupaten Sumenep, Lamongan, Probolinggo, dan Bojonegoro sebagai pilot project program Penanganan Kemisikinan Ekstrem. Presiden RI Joko Widodo menargetkan nol warga miskin di tahun 2024.

Dalam rapat usulan Lokus Penanganan Kemiskinan Ekstrem bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Aula Diponegoro Pemkab Bangkalan yang dipimpin Wakil Bupati Drs Mohni, MM beberapa waktu lalu menetapkan 25 desa di 5 kecamatan sebagai pilot project.

25 desa itu meliputi Desa Durjan, Bandang Laok, Tlokoh, Mandung, dan Katol Timur (Kecamatan Kokop), Desa Genteng, Durin Timur, Durin Barat, Batokaban, dan Galis Dajah (Kecamatan Konang).

Dilanjutkan Desa Lerpak, Togubang, Katol Barat, Banyoning Laok, dan Geger (Kecamatan Geger), Desa Serabi Timur, Kolla, Alas Kokon, Pakong, dan Patenteng (Kecamatan Modung), Desa Alas Raja, Lombang Dajah, Bates, Karang Nangka, dan Rosep (Kecamatan Blega).

Wibagio menjelaskan, pihak telah memberi peran dan tanggung jawab untuk tugas pelabelan PKH kepada para pendamping di masing-masing desa, pelabelan BPNT akan dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan proses pendataan akan menjadi fokus Tim SLRT.

“Para pendamping di masing-masing desa akan berdampingan dengan Tim SLRT karena para pendamping lah yang mengetahui sasaran PKM. Setelah itu akan kami input untuk update data sebagai dokumen di Sidaya Sehati,” jelasnya.

Sekedar diketahui, program Sidaya Sehati merupakan aplikasi yang sengaja dibuat untuk memvalidkan data masyarakat miskin di lapangan berdasarkan kategori sangat miskin, miskin, dan rentan. Secara sistem, masyarakat yang diajukan tidak sesuai berdasarkan kategori, tidak bisa ter-input .

Selama ini penyusunan kriteria masyarakat miskin yang terangkum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) didasarkan atas Keputusan Menteri Sosial Nomor 146 HUK Tahun 2013 dan Surat Kementerian Sosial tertanggal 16 Maret 2021.

Dua payung hukum itulah yang menjadi acuan Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan sebagai indikator kemiskinan. DTKS diperoleh dari operator desa yang dimasukkan ke aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation (SKIS-NG ).

“Melalui aplikasi Sidaya Sehati, kami bisa melakukan pendataan sendiri untuk memudahkan input data. Apakah masyarakat yang dimasukkan sesuai kategori atau tidak?. Kami tinggal melihat nanti, tinggal klik. Apabila tidak sesuai berdasarkan kategori, tidak kami ACC. Ini sangat bagus karena tidak akan lagi ada politik desa,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved