Breaking News:

UMP Jatim 2022 Diputuskan Naik Sebesar Menjadi Rp 1.891.567, Pemprov Ungkap Prosesnya

Plh Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono menjelasakan bahwa penentuan UMP tahun 2022 didasarkan atas beberapa landasan

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi gaji 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur untuk tahun 2022 akhirnya diumumkan.

UMP Jatim tahun 2022 diputuskan hanya naik sebesar Rp 22.790.

Plh Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono menjelasakan bahwa penentuan UMP tahun 2022 didasarkan atas beberapa landasan. Yang pertama adalah Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Kemudian juga Surat Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor : B-M/383/HI.01.00/XI/2021 tanggal 9 Nopember 2021 perihal Penyampaian Data Perekonomian dan Ketenagakerjaan dalam Penetapan Upah Minimum Tahun 2022, serta Surat Menteri Dalam Negeri RI Nomor : 561/6393/SJ tanggal 15 November 2021.

Dikatakan Heru penetapan UMP Jatim tahun 2022 melalui perjalanan panjang dan alot. Karena adanya regulasi baru dan juga adanya perbedaan persepsi antara pemerintah dan juga kelompok pekerja.

Baca juga: Intip Rumah Kos Warisan Lina Mantan Istri Sule yang Jadi Sengketa, Berlantai 3 dan Punya 32 Pintu

"Berkenaan dengan adanya perubahan regulasi pengupahan, untuk pertama kalinya perhitungan upah minimum tahun 2022 menggunakan formula sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021.

"Provinsi Jawa Timur, yang untuk tingkat Provinsi maupun Kab./Kotanya telah menetapkan Upah Minimum, menggunakan formula penyesuaian upah minimum (adjusting) dengan menggunakan data-data statistik yang dirilis oleh BPS, sebagai dasar perhitungan penyesuaian upah minimum, baik UMP maupun UMK tahun 2022," tegas Heru, Senin (22/11/2021).

Data-data yang digunakan untuk perhitungan UMP Jawa Timur Tahun 2022 meliputi rata-rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Menurut Provinsi Tahun 2021 adalah Rp. 1.113.002, kemudian pertumbuhan Ekonomi (PDRB Triwulan IV Tahun 2020 + Kuartal I, II, III Tahun 2021) terhadap (PDRB Triwulan I Tahun 2019 + Kuartal I, II, III Tahun 2020) Menurut Provinsi : 1,70 persen.

Sedangkan Inflasi September 2020 – September 2021 Menurut Provinsi adalah 1,92 persen. Untuk data inflasi atau pertumbuhan ekonomi, digunakan nilai/besaran yang paling tinggi sebagai dasar perhitungan, sehingga untuk UMP Jawa Timur Tahun 2022 digunakan data inflasi sebesar 1,92 persen sebagai dasar perhitungan.

Meski begitu, diakui Heru bahwa dalam Sidang Pleno Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Timur tanggal 12 Nopember 2021 terdapat 2 usulan berbeda. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved