Breaking News:

Berita Sampang

Detik-detik Penangkapan Bandar Sabu di Sampang Berujung Tewas, Sempat Berontak Untuk Melarikan Diri

saat diamankan di kediamannya, S tidak menyerah begitu saja, melainkan sempat berontak sebagai upaya untuk melarikan diri

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kasatresnarkoba Polres Sampang AKP Andri saat ditemui di Mapolres Sampang, Madura, Kamis (2/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kasatnarkoba Polres Sampang beberkan kronologi penangkapan S (45) yang tidak lain adalah terduga pengedar sabu yang kondisinya meninggal pasca diamankan.

Pria warga Desa Pancor, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura tersebut diamankan sekitar 11.00 WIB (1/12/2021) kemarin di kediamannya.

Dikisahkan, bahwa saat diamankan di kediamannya, S tidak menyerah begitu saja, melainkan sempat berontak sebagai upaya untuk melarikan diri.

Bahkan, antara personel dengan S sempat bergemulan atau guling-mengguling di area ruang tamu.

"Yang bersangkutan juga teriak-teriak, sehingga agar menjaga kondusifitas langsung kami amankan," ujar AKP Andri.

Aksi berontak S tidak berhenti di sana, bahkan saat hendak di bawa ke mobil sempat terjatuh lantaran terus mencoba melepas pegangan dari para anggota Satreskrim Polres Sampang.

Baca juga: Polisi Tunggu Hasil Otopsi Bandar Sabu yang Meninggal Dunia untuk Penyelidkan Lebih Lanjut

"Nah setibanya di dalam mobil, yang bersangkutan nafasnya tersenga-senga, akibat emosinya dan aksi berontaknya," terang AKP Andri.

Mengetahui hal itu, pihaknya membawa S ke tempat pelayanan kesehatan terdekat dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berselang sekitar 20 menit baru tiba di Puskesmas Ketapang, sehingga S langsung dilarikan ke ruang UGD.

"S juga dipakaikan Oksigen, setelah berselang beberapa menit dokter memeriksa namun denyut nadi sudah berhenti," tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa dalam proses upaya paksa yang dilakukan sesuai prosedur.

Artinya tidak sedikitpun melakukan kekerasan, apalagi sampai menggunakan senjata apapun.

"Untuk hasil visum hari ini keluar, maka dari itu anggota sebentar lagi akan mengambilnya karena tadi pagi dokter sedang ada pasien," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved