Breaking News:

Berita Sampang

Babak Baru Kasus Dugaan Pungli PTSL di Desa Ragung, Polres Sampang Panggil Sejumlah Saksi

sejak bergulirnya kasus mulai pelaporan yang dilakukan Moh Rosidi hingga detik ini sudah ada sejumlah saksi diperiksa polisi

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kepala dusun diduga melakukan pungli Program PTSL di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Senin (10/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Polres Sampang melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres setempat terus mendalami kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) pogram Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Desa Ragung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Madura, Selasa (11/1/2022).

Bahkan, sejak bergulirnya kasus mulai pelaporan yang dilakukan Moh Rosidi (47) warga setempat pada (10/9/2021) lalu, hingga detik ini sudah ada sejumlah saksi yang dipanggil.

Kanit Tipikor Satreskrim Polres Sampang Ipda Indarta mengatakan, bahwa sejauh ini pihaknya masih melakukan klarifikasi atas dugaan kasus Pungli tersebut.

Sehingga fokus menggali data dengan mengumpulkan keterangan pada sejumlah saksi.

Tak tanggung-tanggung, sudah sekitar 10 lebih saksi terpanggil untuk menjalankan pemeriksaan.

Baca juga: Kepala Dusun di Sampang Dilaporkan Warganya, Diduga Lakukan Pungli PTSL, 1 Sertifikat Rp500 Ribu

"Untuk saksi yang sudah kami periksa sekitar lebih dari 10 orang atau sampai 20 orang dan kedepannya ini kami masih melakukan pemanggilan lagi terhadap saksi lainnya," ujarnya.

Kendati demikian, sementara ini pihaknya masih belum memiliki rencana memanggil terlapor yang tidak lain adalah oknum Kepala Dusun (Kadus) setempat berinisial T.

Mengingat, pihaknya ingin mengupayakan terlebih dahulu keterangan para saksi lain guna memperkuat atau memperjelas status kasus dugaan Pungli itu.

"Proses ini masih panjang dan untuk saat ini kita masih belum bisa menyimpulkan apakah ada indikasi atau tidak," timpalnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan akan terus memproses kasus perkara ini sesuai dengan SOP yang ada.

"Proses ini tetap berjalan, tentunya selama keterangan dari masing-masing saksi ini masing kurang, kami tetap berupaya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved