Masa Penahanan Hakim Itong Diperpanjang KPK, juga 2 Tersangka Lain, Selama 40 hari ke depan

Perpanjangan penahanan tiga tersangka itu, ujar Ali, dilakukan selama 40 hari ke depan terhitung sejak 9 Februari 2022 sampai dengan 20 Maret 2022

Editor: Samsul Arifin
Tribunnews.com
Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango (kiri) memberikan keterangan saat konferensi pers penahanan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2022) malam. KPK resmi menahan Itong Isnaeni Hidayat bersama 2 tersangka lainnya dengan barang bukti uang tunai Rp 140 juta terkait pengurusan perkara di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

TRIBUNMADURA, JAKARTA - Masa penahanan hakim nonaktif Pengadilan Negeri Surabaya, Itong Insnaini diperpanjang oleh KPK

Perpanjangan penahanan tiga tersangka itu, ujar Ali, dilakukan selama 40 hari ke depan terhitung sejak 9 Februari 2022 sampai dengan 20 Maret 2022.

"Tim Penyidik telah memperpanjang masa penahanan tersangka IIH (Itong Isnaini Hidayat) dkk," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, melalui keterangan tertulis dilansir dari Kompas.com, Kamis (10/2/2022).

Itong merupakan tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di PN Surabaya bersama panitera pengganti PN Surabaya Hamdan dan pengacara PT Soyu Giri Primedika Hendro Kasiono. 

Itong Isnaini Hidayat ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Kavling C1; Hamdan ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur dan Hendro Kasiono ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat.

Diketahui, ketiga tersangka dalam perkara ini ditangkap KPK dalam kegiatan tangkap tangan di Surabaya, Rabu (19/1/2022). KPK menduga para tersangka terlibat kongkalikong untuk mengurus perkara pembubaran PT PT Soyu Giri Primedika.

Baca juga: Hakim Itong Berontak, Sebut Omong Kosong, Ini Fakta-Fakta OTT KPK di PN Surabaya

Dalam konstruksi perkara dijelaskan, Hendro yang ditunjuk sebagai pengacara PT Soyu Giri Primedika menghubungi Hamdan guna menawarkan uang jika hakim dalam persidangan memutuskan untuk membubarkan perusahaan kliennya.

Tujuannya, agar aset PT Soyu Giri Primedika senilai Rp 50 miliar bisa dibagi. Untuk menjalankan keinginan itu, KPK menduga Hendro dan PT Soyu Giri Primedika telah menyiapkan dana senilai Rp 1,3 miliar.

Dana itu akan dialokasikan untuk memberi suap para hakim mulai dari pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung (MA). Itong sebagai hakim di tingkat pertama diduga menyetujui tawaran itu.

Kemudian Hendro bermaksud memberi uang muka senilai Rp 140 juta pada Itong melalui Hamdan. Saat menyerahkan uang itu dilakukan, KPK melakukan tangkap tangan pada keduanya dan melanjutkan penangkapan pada Itong.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Perpanjang Masa Penahanan Hakim Itong",

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved