Wabah Virus Corona

Jangan Terlena Karena Gejalanya, Omicron Berdampak Buruk Bagi Tubuh, Lebih Berbahaya Dibanding Delta

Meski tidak menimbulkan gejala seberat varian Delta, Covid-19 varian Omicron tak boleh sepelekan.

Penulis: Ayu Mufidah | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Seorang Nakes Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya sedang melakukan pembersihan tempat tidur pasien, Rabu (29/9/2021). 

"Terakhir angka kematian 44 kasus kemarin. Jadi nggak main-main," ucap dia.

"Tidak benar, Omicron ringan. Tidak benar Omicron tidak bisa masuk rumah sakit, tidak benar Omicron tidak menyebabkan kematian," lanjutnya.

Ia menjelaskan, pada dasarnya setiap virus memang berevolusi sepanjang waktu. Hal inilah yang disebut dengan mutasi.

Namun demikian, sebagian besar mutasi virus ini tidak memengaruhi kemampuan infeksi dan tingkat kegawatan penyakit.

Baca juga: Gejala Omicron Mirip Flu Biasa, Kenali Cara Membedakannya, Pasien Bisa Sembuh Lebih Cepat dari Delta

Zubairi menjelaskan, risiko gejala berat pada pasien Covid-19 varian Omicron terjadi bila orang yang terinfeksi memiliki penyakit bawaan atau komorbid, seperti kanker, HIV, atau tiberculosis (TB), serta penyakit bawaan lain.

Selain itu, risiko gejala berat juga terjadi pada orang dengan usia lanjut atau belum vaksinasi.

Ia pun mengatakan, varian Omicron saat ini telah menyebabkan klaster-klaster baru di tingkat perkantoran hingga sekolah.

"Saat ini Omicron telah menyebabkan klaster-klaster siswa sekolah, kemudian DPR, KPK," tutur dia.

"Dalam beberapa hari ini, teman-teman saya satu angkatan, grup saudara, mulai tertular satu per satu," tambah dia.

"Kemudian beberapa hari kemudian seluruh keluarga terinfeksi juga, jadi cerita-cerita ini sudah mulai banyak," imbuhnya.

Kegiatan vaksinasi booster yang berlangsung di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Sabtu (13/2/2022).
Kegiatan vaksinasi booster yang berlangsung di Taman Sekartaji, Kota Kediri, Sabtu (13/2/2022). (ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM)

Sementara itu, 50.000-300.000 penduduk Amerika Serikat (AS) terancam nyawanya akibat varian Covid-19 Omicron ini, sebelum gelombang pendemi surut pada pertengahan Maret mendatang.

Menurut laporan Associated Press, perkiraan tersebut merupakan proyeksi para pemodel, yang mengingatkan bahwa Covid-19 Omicron memiliki daya tular lebih tinggi di balik gejala ringannya.

Rata-rata kasus kematian akibat Covid-19 di AS masih berjarak sekitar tujuh hari dari satu kematian ke kematian lainnya. Sama seperti pada pertengahan November lalu.

Per Senin (17/1/2022) lalu, kasus kematian akibat varian Omicron di AS mencapai hampir 1.700, meski jumlah ini masih di bawah puncaknya, 3.300 kematian pada Januari 2021 silam.

Kekhawatiran jumlah kasus Covid-19 Omicron dalam beberapa minggu mendatang sebenarnya dapat digambarkan secara sederhana.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved