Wabah Virus Corona
Jangan Terlena Karena Gejalanya, Omicron Berdampak Buruk Bagi Tubuh, Lebih Berbahaya Dibanding Delta
Meski tidak menimbulkan gejala seberat varian Delta, Covid-19 varian Omicron tak boleh sepelekan.
Penulis: Ayu Mufidah | Editor: Mujib Anwar
Jika infeksi baru telah mencapai puncaknya di beberapa area di AS, artinya jumlah rata-rata kasus berjumlah sekitar 800.000 per hari secara nasional.
Dengan demikian, capaian ini tiga kali lipat lebih banyak dari gelombang kasus pada tahun lalu.
Tentu hal ini akan menyebabkan rumah sakit penuh dan potensi kematian pasien tak dapat dihindari.
Apalagi, saat ini saja sudah ada sekitar 150.000 pasien Covid-19 di rumah sakit di AS.
Lalu, jika proyeksi 50.000-300.000 kematian itu menjadi kenyataan, kematian akibat Covid-19 di AS dapat melampaui satu juta jiwa pada awal musim semi mendatang.
"Omicron tetap akan membuat banyak orang meninggal karena sangat menular," kata ahli epidemiologi Jason Salemi dari University of South Florida.
Sementara itu, Katriona Shea dari Pennsylvania State University, salah satu pemimpin pemodel memperkirakan, gelombang kematian akan mencapai puncaknya pada akhir Januari atau awal Februari.
Bahkan menurut dia, gelombang kali ini akan melampaui puncak Delta tahun lalu.
“Ini digerakkan oleh Omicron,” kata Shea, yang kembali menggarisbawahii bahaya yang ditimbulkan oleh Covid-19 Omicron tersebut.

Cara mengobati pasien Omicron
Karakteristik Covid-19 varian Omicron memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat.
''Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi omicron cenderung mengalami peningkatan, dari pemeriksaan SGTF, kasus probable omicron pada PPLN cenderung meningkat, hasil WGS juga menunjukkan proporsi varian Omicron yang mulai mendominasi,'' kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi.
Namun, dilihat dari tingkat keparahan, mayoritas kasus Covid-19 Omicron di Indonesia tidak menunjukkan gejala atau memiliki gejala ringan. Sehingga tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit.
Untuk itu, Kemenkes akan menggencarkan telemedicine yang didedikasikan bagi pasien yang melakukan isolasi di rumah.
''Kami bekerjasama dengan 17 platform telemedicine untuk memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di rumah, agar penanganan pasien dapat dilakukan seluas dan seefektif mungkin,'' ucap Nadia.