Berita Sumenep

Polemik Pernyataan Menteri Agama, Wakil Ketua DPRD Sumenep Angkat Suara, Ungkap Hal ini

Dalam pernyataan Menteri Agama yang menganalogikan azan dari pengeras suara dengan gonggongan anjing.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi saat memberikan keterangan, Jumat (26/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Surat edaran (SE) Mentri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyita perhatian publik, khususnya umat islam di Indoneasia.

Pasalnya, dalam pernyataannya yang menganalogikan azan dari pengeras suara dengan gonggongan anjing.

Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi juga angkat bicara memberikan pernyataan kurang sependapat dengan pernyataan Menteri Agama RI meski tujuannya bagus.

Politisi Demokrat menegaskan, bahwa setidaknya jangan membandingkan adzan dengan suara-suara lain semacam suara anjing.

Indra Wahyudi menilai, bahwa masyarakat Madura sudah terbiasa dengan kumandang adzan dan ngaji menggunakan toa.

"Di Madura toa seringkali digunakan untuk mengingatkan agar bisa shalat malam tahajjud, belum lagi ketika pengumuman ada orang yang kehilangan harta bendanya termasuk juga ketika ada yang meninggal dunia," kata Indra Wahyudi saat dihubungi, Sabtu (26/2/2022.

Maka dari itu, Indra Wahyudi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep khususnya, sudahi sajalah polemik terhadap respon dan pandangan atas pernyataan Kemenag RI tersebut.

Sebab katanya, SE itu sifatnya tidak punya kepastian hukum yang mengikat. Alasannya, karena tidak ada PP atau bahkan UU yang mengatur itu semua.

"Jadi, bagi masyarakat Madura teruntuk masjid atau mushalla yang sudah terbiasa menggunakan pengeras suara seperti toa ya gunakan seperti biasanya saja," imbaunya.

Sebagai rakyat Sumenep dan sebagai wakil dari Masyarakat Sumenep katanya, ia merasa kecewa karena disaat yang bersamaan disuguhkan dengan banyak kegaduhan yang muncul dari para menteri.

Kegaduhan yang dimaksudtentang kebijakan jaminan hari tua (JHT) yang menimbulkan reaksi dari berbagai pihak terutama kalangan buruh, malah sekarang disuguhkan dengan kegaduhan baru yang muncul dari statemen Menteri Agama.

"Saya kecewa karena disaat yang bersamaan disuguhkan dengan banyak kegaduhan yang muncul dari para Menteri," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved