Sebelum Mudik, Gubernur Jatim Khofifah Minta Warga Segera Vaksin Booster, Stok Tersedia 1 Juta Dosis

Sebagaimana diketahui bahwa booster menjadi syarat yang ditetapkan pemerintah bagi masyarakat yang ingin mudik di lebaran Idul Fitri tahun 2022 ini

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Gubernur Jatim Khofifah saat mengecek vaksinasi 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat Jatim yang akan mudik bersikap pro aktif memperoleh suntikan vaksin booster

Sebagaimana diketahui bahwa booster menjadi syarat yang ditetapkan pemerintah bagi masyarakat yang ingin mudik di lebaran Idul Fitri tahun 2022 ini. 

Per hari ini, Senin (11/4/2022), Gubernur Khofifah mengatakan bahwa jumlah stok vaksin di Jatim ada sebanyak 1.071.590 dosis. Vaksin tersebut tersebar di kabupaten kota se Jatim. 

Dengan jumlah tersebut Khofifah memastikan akan mampu mencukupi kebutuhan vaksinasi booster bagi masyarakat yang ingin mudik

"Jumlah vaksin kita banyak, tidak perlu khawatir. Jadi kalau memang belum booster, segera vaksin di pelayanan terdekat mumpung masih di awal Ramadan. Agar nanti saat waktunya mudik, kita sudah terproteksi," ucap Gubernur Khofifah

Detailnya, daerah kabupaten kota di Jatim dengan jumlah stok vaksin terbanyak ada di Kabupaten Jember dengan jumlah 103.706 dosis. Kemudian diurutan kedua ada Kota Malang dengan ketersediaan stok vaksin sebanyak 95.040 dosis, lalu Kab Bangkalan dengan 75.216 dosis, Kab Bondowoso dengan 62.672 dosis. Dan di urutan kelima ada Kabupaten Tulungagung dengan jumlah 60.746 dosis. 

Baca juga: Gubernur Khofifah Minta Pengusaha di Jawa Timur Bayar Penuh THR Lebaran 2022 Maksimal H-7 Idul Fitri

"Untuk daerah yang stok vaksinnya sudah menipis atau habis bisa segera dikomunikasikan agar bisa mendapatkan dropping vaksin dari pemerintah pusat," tegas Gubernur Khofifah

Lebih lanjut Khofifah menegaskan, vaksinasi menjadi penting dalam menghadapi tradisi mudik yang dilakukan masyarakat di Hari Raya Idul Fitri. Karena setiap mudik orang akan berkumpul dengan sanak saudara, sehingga dibutuhkan perlindungan lebih agar aman dari penyebaran Covid-19. 

"Vaksin ini jangan dibilang sebagai satu syarat yang memberatkan. Karena vaksin ini kita lakukan supaya bisa saling melindungi diri kita dan keluarga. Karena kalau orang mudik itu pasti yang disowani terlebih dahulu adalah yang paling sepuh dan paling senior," terang orang nomor satu Jatim itu. 

"Itulah yang menjadikan kita harus memberikan perlindungan kepada orang yang kita sayangi lewat vaksinasi. Karena kalau kita ingin berumur panjang, tentu kita juga ingin orang yang kita hormati dan sayangi juga berumur panjang, sehingga tahun depan bisa ketemu lagi. Maka mari kita saling memproteksi diri kita dan lingkungan kita," lanjut Khofifah

Saat ini, stok vaksin telah tersedia dan dapat diakses dengan mudah dari tempat-tempat pelayanan tertentu. Termasuk Puskesmas, masjid, serta lingkungan di Pemerintahan Provinsi Jatim. 

Bahkan dikatakan Gubernur Khofifah, setiap hari di Gedung Binaloka Kantor Gubernur Jatim juga sampai saat ini masih dibuka untuk layanan vaksinasi termasuk booster covid-19. 

Maka dari itu, mereka yang ingin melakukan vaksinasi dipersilahkan datang langsung ke lokasi. Selain itu, Khofifah menjelaskan, instansi-instansi dan organisasi dapat mengkoordinasikan vaksinasi massal bagi anggota ataupun karyawannya. 

"Untuk vaksinasi, bisa langsung mencari Puskesmas terdekat. Di Masjid Al-Akbar tiap malam juga ada. Tapi kalau misalnya teman-teman dari institusi atau organisasi tertentu ingin mengadakan vaksinasi pada Minggu atau Sabtu, ya tidak apa-apa. Pokoknya kita ingin melakukan maksimalisasi percepatan vaksinasi booster," tambahnya. 

Sementara itu, berdasarkan data dari Dashboard Kementerian Kesehatan/KCPEN per 8 April 2022, ketercapaian dosis pertama vaksin covid-19 di Jatim berada di persentase 91,91 persen atau 29.251.726 orang.

Sedangkan dosis kedua tercapat capaiannya sudah di angka 76,60 persen atau 24.379.071. Sementara untuk dosis ketiga mencapai 10,8 persen atau 3.449.000 orang. 

Di sisi lain, terkait perkembangan kasus covid-19 di Jatim juga terpantau terus menurun. Perkembangan tambahan kasus terkonfirmasi covid-19 pada 10 April 2022 di Jatim hanya 81 orang. Per hari ini total kasus aktif kasus covid-19 di Jatim tersisa 793 orang saja. 

"Upaya kita mengendalikan pandemi terus berjalan seiring dengan upaya kita melakukan pemulihan ekonomi. Semoga mudik tahun lebaran tahun ini bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi Jawa Timur," pungkas Gubernur Khofifah

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved