Berita Surabaya
3 Fakta Kecelakaan Honda Brio Dihantam Kereta Api di Surabaya, Korban Masih 19 Tahun & Cerita Saksi
Saat KA Sancaka Jurusan Surabaya-Bandung melintas dari arah utara ke selatan. Sukarno mengaku telah melakukan mekanisme pemberian tanda berhenti
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kronologi Honda Brio berisi 3 orang yang dihantam Kereta Api (KA) Sancaka, di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Kebonsari Manunggal, Kebonsari, Jambangan, Surabaya Minggu (24/4/2022) malam, terungkap.
Penjaga perlintasan KA swadaya Sukarno (47) menerangkan, insiden tersebut terjadi sekitar 23.00 WIB.
Saat itu, kendaraan Honda Brio bernopol L-1120-QC melaju dari arah barat menuju ke timur.
Atau dapat disebut melaju dari arah jembatan bentang layang tol Kebonsari menuju ke kawasan Injoko.
Saat KA Sancaka Jurusan Surabaya-Bandung melintas dari arah utara ke selatan. Sukarno mengaku telah melakukan mekanisme pemberian tanda berhenti kepada setiap kendaraan yang akan melintas, dari arah barat ataupun timur.
- Detik-detik Kejadian
Terbukti, dari arah timur atau disebut arah dari Injoko, terdapat tiga pengendara motor yang berhenti untuk mematuhi petunjuk instruksi tanda berhenti darinya, menggunakan tongkat menyala berwarna merah.
Tapi, hal serupa malah tidak digubris oleh pengendara mobil Honda Brio berisi tiga orang tersebut.
Sukarno menyebutkan, mobil tersebut malah melaju dengan kencang seperti tidak mengindahkan sama sekali petunjuk tanda berhenti yang dilakukannya.
"Dari timur ada motor 3, kalau gak salah. Motor sudah berhenti. Ada mobil satu dari arah barat, jalan terus. Saya stop masih jalan terus, gak mau berhenti," ujarnya pada awak media di lokasi, Senin (25/4/2022) dini hari.
Entah apa penyebabnya. Sukarno juga telah meneriaki pengemudi mobil tersebut.
Bahkan upaya yang dilakukan pria berkaca mata itu, juga diikuti oleh empat orang warga yang ikut nongkrong berjaga bersama dirinya di bahu jalan perlintasan rel KA tersebut.
"Sudah saya teriaki. Bengok-bengok orang 4 sudah bengok gak karu-karuan. Kan ada orang cangkruk di sini. Sudah saya stop. Enggak sempat berhenti. Langsung jalan terus, enggak mau berhenti," jelasnya.

Menurut dia, mobil tersebut melaju melintasi perlintasan rel tersebut, lebih dari 50 Km/jam. Pasalnya, sama sekali Sukarno tidak mendapati adanya upaya pengurangan kecepatan dari mobil tersebut.
Tak pelak. Mobil akhirnya dihantam KA tersebut dalam keadaan melaju kencang, hingga terseret sejauh 47 meter ke arah selatan.
"Dari arah barat. Kendaraannya kalau enggak salah 50 km/jam lebih," pungkas pria yang telah menjadi petugas penjaga perlintasan KA swadaya di sana sejak lima tahun lalu.
Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh seorang warga yang ikut duduk di pos perlintasan swadaya tersebut, Matsidi (45).
Pria bersarung itu mengaku, dirinya langsung berlari menjauh ke arah timur jalan, setelah mendapati adanya mobil berwarna merah itu, melaju kencang, tanpa ada upaya melakukan pengereman meskipun keberadaan KA semakin dekat.
Hal itu langsung dilakukannya, lantaran Matsidi tak ingin, dirinya mati konyol terseruduk mobil yang melaju seperti tanpa melakukan pengereman sama sekali.
Baca juga: Surabaya Berdarah, Pria Dibacok di Warkop Ditebas di Kaki, Polisi Buru Pelaku, Korban : Tolong Pak
"Tapi kalau mobil jalan kayak enggak ngerem saya duduk sini, saya lari takut ketemper mobilnya. Jadi waktu ketabrak enggak ngerem, saya lari ke sana. Itu kopi saya masih di situ," pungkas Matsidi saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.
- Para Korban Masih 19 Tahun
tiga orang di dalam mobil Honda Brio yang tewas akibat dihantam KA Sancaka di perlintasan tanpa palang pintu, Jalan Kebonsari Manunggal, Kebonsari, Jambangan, Surabaya Minggu (24/4/2022) malam, merupakan teman sepermainan.
Mereka bernama Abid Bahrain (19) warga Jalan Sidosermo, Wonocolo, Surabaya, sebagai pengemudi mobil bernopol L-1120-QC.
Kemudian, M Zidan Ibrahim (19) warga Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya, sebagai pemilik mobil berwarna merah tersebut.
Dan, Fairuz Aditya Maulana (19), warga Margorejo, Wonocolo, Surabaya, sebagai penumpang.
- Ibu Menangis histeris hingga Pingsan
ibunda Fairuz Aditya Maulana (19), korban tewas tabrakan kereta api (KA) Sancaka dengan Mobil Honda Brio di perlintasan tanpa palang pintu, di Jalan Kebonsari Manunggal, Kebonsari, Jambangan, Minggu (24/4/2022) malam, dua kali pingsan.
Tubuh perempuan berjaket warna cokelat itu, langsung ambruk setibanya di aspal jalan tepat depan teras kamar mayat RS Bhayangkara Surabaya.
Tangisannya pecah, apalagi saat anaknya yang lain memberitahukan nasib Fairuz yang dipastikan tewas dalam insiden tabrakkan tersebut. Tubuh Titik langsung lemas, seperti tidak lagi ada tenaga untuk bangkit.
Setelah beberapa saat ibu dan anak itu saling berpelukan untuk meluapkan perasaan duka mendalam.
Beberapa kerabat dan teman sepermainan Fairuz yang tiba di sana, berusaha membopong tubuh Titik ke area yang lebih lega; di atas pijakan teras kamar mayat, untuk ditenangkan.
Mungkin saking terpukulnya, Titik malah ambruk. Ia pingsan, dan bikin orang-orang di sekelilingnya kebingungan.
Kumpulan Berita Lainnya seputar Surabaya
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com