Berita Sampang

Tenaga Guru SMA/SMK di Sampang Minim, Ini Upaya Cabang Dinas Provinsi Jatim di Sampang

Kekurangan tenaga pendidik terjadi di semua lembaga sekolah di wilayah kerjanya, dari statusnya negeri apalagi swasta yang berada di pelosok.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kabupaten Sampang, Ali Afandi. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama


TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kabupaten Sampang, Madura mengalami kekurangan tenaga guru ASN maupun Non ASN, tepatnya di lembaga SMA/SMK, Rabu (11/5/2022).


Hal itu diakui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kabupaten Sampang, Ali Afandi.


Menurutnya, kekurangan tenaga pendidik terjadi di semua lembaga sekolah di wilayah kerjanya, dari statusnya negeri apalagi swasta yang berada di pelosok.


Akan tetapi dirinya tidak dapat menyampaikan secara rinci jumlah kekurangannya, yang jelas jumlah ideal tenaga guru di setiap lembaga harus sesuai dengan rasio kelas.


"Sebenarnya bukan hanya swasta, sekolah negeri pun juga ada yang kurang," ujarnya kepada TribunMadura.com.


Adapun dampak dari minimnya tenaga guru, berpengaruh pada tugas guru yang bertambah, sebab terpaksa merangkap Mata Pelajaran (Mapel).


Namun dengan catatan, guru yang merangkap Mapel harus mengikuti musyawarah guru Mapel sehingga terdapat sharing bersama antara para guru.


"Musyawarah dilakukan agar guru memiliki pengalaman baik dalam proses pembelajaran," terang Ali Afandi.


Di sisi lain, dengan kondisi minimnya tenaga guru menjadi catatan khusus bagi instansi yang berlokasi di Kelurahan Gunung Sekar tersebut.


Sehingga, kata Ali Afandi selama ini pihaknya mendorong lembaga sekolah, terutama yang mengalami kekurangan guru bisa bekerja sama dengan sekolah lain.


"Misalkan sekolah A kekurangan guru di mata pelajaran matematika, jadi sekolah yang memiliki guru tercukupi bisa membantu," ucapnya.


Tak hanya itu, pihaknya mendorong lembaga sekolah, seperti yayasan untuk menyekolahkan alumninya ke perguruan tinggi dengan jurusan pendidikan.


"Jadi setelah lulus dapat mengajar di yayasan tersebut," timpalnya.


Sementara, untuk jumlah total lembaga sekolah SMA/SMK di Kabupaten Sampang ada sebanyak 164 lambaga, dengan rincian, lembaga SMA Negeri 10, SMK Negeri 7, kemudian sisanya berstatus swasta.


"Kalau ditambah SDLB, jumlah totalnya sebanyak 166 lembah sekolah," pungkasnya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved