Berita Sampang
Dirikan Posko Antisipasi PMK, Langkah Pemkab Sampang untuk Turunkan Angka Sapi Suspek
Pembentukan posko diklaim dapat menurunkan angka suspek sapi karena dapat mengefisienkan waktu dalam penanganan
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sampang dirikan Posko untuk menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi.
Pembentukan posko diklaim dapat menurunkan angka suspek sapi karena dapat mengefisienkan waktu dalam penanganan.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan-KP) Sampang Hendra Gunawan mengatakan, jika pembentukan posko sudah dilakukan sejak awal mewabahnya PMK di Kota Bahari.
Posko didirikan di 14 kecamatan se Kabupaten Sampang, artinya masing-masing terdapat satu Posko Pengendalian dan Penanganan PMK.
"Untuk lokasinya di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan)," ujarnya.
Baca juga: Nasib Pilu Guru di Sampang, Beranikan diri Berenang di Waduk, Nyawa tak Tertolong saat Diangkat
Kumpulan Berita Lainnya seputar Sampang
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Menurutnya, pembentukan posko dilakukan secara relawan, sebagai bentuk genjatan sosialisai di tengah PMK karena sejauh ini tidak ada anggarannya.
"Alhamdulillah, saat ini angka sapi yang terkena penyakit PMK menurun hingga 30 persenan" tandasnya.
Sementara, dari masing-masing posko terdapat 15 personil yang berjaga, terdiri dari relawan dari Dispertan-KP dengan dibantu anggota Polsek dan Koramil.
"Posko ini tidak akan dibubarkan meski PMK sudah tidak menyebar lagi nantinya, karena dikhawatirkan ada penyakit lainnya," pungkasnya.