Berita Probolinggo

Cerita PSK Probolinggo Langsung Bergairah Dapat Berondong, Juga Terima Gigi Ompong Tarif Rp70 ribu

mendapat pelanggan berondong dianggap sebuah keberuntungan. Kontan mereka langsung bergairah

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Satpol PP menggelar razia lokalisasi. Enam PSK, satu Mucikari dan seorang pria hidung belang diamankan, Kamis (4/8/2022). mereka mengaku bergairah bila mendapat pelanggan berondong 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Saya terpaksa menjajakan diri karena terhimpit ekonomi. Saya jadi tulang punggung keluarga usai bercerai dengan suami. Semua hasil dari pekerjaan ini untuk keluarga," terangnya.

Dia mulai bekerja dari pukul 09.00-21.00 WIB dan mangkal di lokasi prostitusi wilayah Desa Sepuhgembol, Wonokerto, Kabupaten Probolinggo.

AUW sudah menjadi PSK sejak dua tahun lalu.

"Ini kedua kalinya saya diamankan Satpol PP. Saya kapok. Mau buka usaha saja dan berupaya menjadi pribadi yang lebih baik lagi," terangnya.

PSK lain, ID (29) warga Sampang lebih apes. Baru dua hari terjun di dunia prostitusi dia diamankan Satpol PP. Dia mangkal di lokasisasi di wilayah Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Serupa dengan AUW, ID dibayar pria hidung belang dari Rp 70 ribu-Rp 100 ribu sekali main. Dari hasil yang didapat dipotong Rp 20 ribu untuk biaya sewa kamar.

"Saya jadi PSK baru dua hari. Hal itu disebabkan karena saya stres, rumah tangga saya dirundung masalah. Prostitusi jadi jalan pelarian. Tapi saya menyesal dan ingin berhenti," urainya.

Kabid Trantibum Linmas Satpol PP Kabupaten Probolinggo, Harianto mengatakan razia dilakukan usai pihaknya mendapat laporan warga terkait adanya bisnis esek-esek di wilayah Desa Lumbang dan Desa Sepuhgembol.

Sejumlah personel pun diterjunkan untuk melakukan penyelidikan guna memastikannya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved