Berita Bangkalan

Jawab Tantangan, Bangkalan Ploting Akses Suramadu, RDTR Terhubung dengan Perizinan Sistem Online

Akses menuju Jembatan Suramadu sisi Madura diplot Pemkab Bangkalan sebagai kawasan industri, perumahan, perdagangan jasa.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan, Alifin Rudiansyah memaparkan Peta Rencana Pola Tata Ruang yang menetapkan kawasan perkebunan, industri, permukiman, kawasan tanaman pangan, kawasan dilindungi, dan kawasan budidaya, Selasa (16/8/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Sebagai kawasan prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), akses menuju Jembatan Suramadu sisi Madura diplot Pemkab Bangkalan sebagai kawasan industri, perumahan, perdagangan jasa.

Seperti yang terpapar dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan (WP) Akses Suramadu Tahun 2022-2041.   

 

Dokumen RDTR akses Suramadu itu telah ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Bangkalan Nomor 7 Tahun 2022. Itu dilakukan sebagai upaya untuk menghindari pembangunan yang tidak terarah, menjawab tantangan pengembangan ekonomi yang inklusif, dan memberikan kemudahan dalam percepatan investasi dan pembangunan di Bangkalan.

 

Tidak hanya itu, dokumen RDTR WP Burneh juga telah ditetapkan Bupati Bangkalan melalui Perbup Nomor 8 Tahun 2022. Kecamatan Burneh diproyeksikan sebagai kawasan pusat pengembangan perdagangan jasa, pusat pengembangan kuliner, sentra industri rumah tangga, dan lumbung pangan.

Berita menarik lainnya di Googlenews Tribun Madura

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan, Alifin Rudiansyah mengungkapkan, substansi RDTR WP Akses Suramadu dan Burneh mengacu kepada Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Tata Ruang yang terhubung dengan pengurusan perizinan secara online atau Online Single Submission (OSS).

 

“Saat ini kami telah memiliki 2 RDTR sebagai panduan atau arahan rencana pembangunan secara lebih terperinci. Dokumen RDTR kami susun sebagai wujud pengendalian pemanfaatan ruang melalui penerbitan perizinan berusaha yang terintegrasi secara online atau OSS,” ungkap Alif kepada Surya, Selasa (16/8/2022).

 

Berdasarkan arahan prioritas nasional yang terangkum dalam RPJMN, salah satu kawasan industri yang diprioritaskan adalah Kawasan Industri Madura. Tersebar di beberapa wilayah seperti di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKJSM), Kecamatan Kamal, dan  Kecamatan Socah. Termasuk Kecamatan Klampis dengan mega proyek pembangunan pelabuhan internasional Tanjung Bulupandan.

 

Di KKJSM, Dinas PUPR Kabupaten Bangkalan telah memploting sebagai kawasan strategis ekonomi penyangga Kota Surabaya. Meliputi Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 126,95 hektar, Kawasan Perdagangan dan Jasa seluas 471,83 hektar, dan kawasan perumahan seluas 1.100,89 hektar.

 

Sedangkan WP Burneh yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan perdagangan jasa, pusat pengembangan kuliner, sentra industri rumah tangga, dan lumbung pangan didukung dengan hamparan kawasan lahan pertanian seluas 1.031,57 hektar dan seluas 189,99 hektar untuk kawasan perdagangan dan jasa.

 

Alif menjelaskan, WP KKJSM layer atau deretan berikutnya telah ploting sebagai kegiatan industri, perumahan dan permukiman. Sedangkan pada RDTR WP Burneh lebih ke arah perdagangan dan jasa namun cakupannya lebih kecil karena pihaknya tetap mempertahankan sebagian lahan-lahan pertanian irigasi teknis sebagai lahan pendukung pangan.

 

“Di KKJSM ada beberapa koridor yang juga telah kami siapkan untuk mendukungan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 80 Tahun 2019 dengan 8 proyek strategis nasional. Salah satunya adalah pembangunan akses jalan tol menuju pelabuhan internasional Tanjung Bulupandan dan juga pembangunan IISP (Indonesia Islamic Science Park),” jelasnya.  

Seperti diketahui, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan Kabupaten Bangkalan sebagai Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 13 bersama Malang dan Surabaya.

 

KKJSM diproyeksikan sebagai pintu gerbang dan kawasan pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura. Dengan peluang investasi sebagai kawasan industri berbasis sumber daya alam, Central Business District (CBD), serta pusat kajian Agama Islam dunia melalui IISP.   


Berdasarkan perencanaan WPS 13, kawasan akses Suramadu ini akan terintegrasi dengan pelabuhan internasional Tanjung Bulupandan di Kecamatan Klampis. Pra Feasibility Study (Pra FS) atau Studi Kelayakan Awal yang dilakukan Bidang Pengembangan Iklim dan Promosi Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan, Pelabuhan Tanjung Bulupandan yang berlokasi di kawasan lepas pantai Kecamatan Klampis mempunyai kedalaman 18 mean Low Water Spring (mLWS).

 

Diperkirakan, kapasitas Pelabuhan Tanjung Bulupandan mencapai 2,7 juta teus dan didukung dengan kawasan industri dan pergudangan. Dengan demikian, Pemerintah Pusat memproyeksikan Tanjung Bulupandan sebagai Kota Pelabuhan yang menjadi poros dan simpul pertumbuhan ekonomi dan gerbang arus ekspor-impor barang dan jasa di Jawa Timur.

 

Selain Perpres 80, Kabupaten Bangkalan bersama Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto menjadi bagian Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI) seperti yang telah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (Ripin) 2015-2035.

 

Alif menambahkan, pihaknya saat ini mendapat bantuan teknis dari Pemerintah Pusat untuk menyusun satu lagi RDTR, yakni RDTR Kecamatan Labang sebagai pelengkap dari dua dokumen RDTR yang telah disusun oleh Dinas PUPR Kabupaten Bangkalan.

 

“Disusun tahun ini oleh Pemerintah Pusat, kami sebatas pendukung. Madura, khususnya Bangkalan didapuk sebagai Engine of Growth. Karena itu memerlukan kawasan pendukung yang mampu menunjang kegiatan utama,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved