Berita Sampang
Minimnya Petani Tembakau di Musim Kemarau, Harga Daun Mas di Sampang Meroket
harga daun tembakau kondisi kering meningkat drastis bila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya dihargai jauh di bawah Rp 50.000 per kilogram
Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan TribunMadur.com, Hanggara Pratama
TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Hasil panen tanaman tembakau atau biasa disebut daun mas oleh kalangan petani pada musim panen atau kemarau kali ini bakal menjadi keuntungan besar, Rabu (31/8/2022).
Pasalnya, harga daun tembakau kondisi kering meningkat drastis bila dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya dihargai jauh di bawah Rp 50.000 perkilogram, meski kualitatif terbaik.
Sedangkan musim panen tahun ini mencapai Rp 51.000 per kilogram untuk kualitas baik (tembakau gunung), sedangkan kualias di bawahnya berkisar Rp 25.000 per kilogram.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sampang Sapta Nuris Ramlan mengatakan bahwa kenaikan harga tembakau ini disebabkan oleh minimnya petani menanam tembakau di musim kemarau tahun ini.
Hal itu terjadi lantaran para petani di Kota Bahari sempat ragu karena di awal musim kemarau kemarin cuaca tidak menentu.
Bahkan, banyak tanaman tembakau milik sejumlah petani rusak akibat terlalu sering diguyur hujan.
"Minimnya tanaman tembakau tidak hanya terjadi di Sampang, di daerah lainnya juga, di Pamekasan biasanya ada sekitar 35 hektare tanaman tembakau tapi musim ini hanya 20 hektare," ujarnya.
Sementara, salah satu petani tembakau di Kecamatan Camplong, Sampang, Norfa'i Rozikin (27) membenarkan atas kenaikan harga daun tembakau di musim ini.
Baca juga: Malam Resepsi Perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke-77, Pemuda Rajawali Sampang Angkat Tema Tradisional
Kumpulan Berita Lainnya seputar Sampang
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com
Namun dirinya mengaku tidak tahu penyebab kenaikan harga tersebut yang jelas kondisi ini sangat menguntungkan baginya.
"Alhamdulillah mas, hasilnya bisa menambah kebutuhan dapur," singkatnya.