Berita Madura

BPBD Ajukan Bantuan Droping Air ke Desa Terdampak Senilai Rp 400 Juta, Tapi Bisa Saja Merosot

Akan tetapi, nominal yang tengah diajukan ke pemerintah daerah tersebut bisa saja sewaktu-waktu merosot atau berubah apabila cuaca sering turun hujan.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang Asroni, pihaknya akan ajukan bantuan senilai Rp. 400 juta guna menanggulangi 63 desa kering kritis di wilayah kerjanya. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama


TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Madura ajukan bantuan senilai Rp. 400 juta guna menanggulangi 63 desa kering kritis di wilayah kerjanya.


Akan tetapi, nominal yang tengah diajukan ke pemerintah daerah tersebut bisa saja sewaktu-waktu merosot atau berubah apabila cuaca sering turun hujan.


Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sampang Asroni sebab, dengan terjadinya hujan itu, tentunya ada beberapa desa yang sudah tidak membutuhkan bantuan air. 


Artinya, jumlah desa kering kritis bakal berkurang sehingga anggaran untuk desa terdampak tersebut juga akan mengalami penyusutan juga. 


"Jadi untuk perubahan anggarannya dibawah Rp 400 juta, sesuai dengan jumlah desa kering kritis," ujarnya.


"Namun pengurangan itu juga perlu menyesuaikan kesediaan anggaran dari pemerintah daerah," imbuhnya.


Menurutnya, penyusunan ulang data desa kering kritis akan terjadi semisal kejadian hujan ini benar-benar ada nantinya.


Serta akan ada pengajuan jumlah desa kritis terbaru dari sebelumnya, sesuai dengan jumlah yang ditemukan terdampak kering kritis. 


Akan tetapi, kata Sahroni hingga saat ini masih belum ada hujan yang turunnya berturut-turut dalam sepekan.

Baca juga: Gelombang Tolak Kenaikan Harga BBM di Sampang Terjadi Dua Hari Berturut, Kini Makin Memanas

Kumpulan Berita Lainnya seputar Sampang

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


"Meski turun hujan titiknya minim serta tidak lama, maka untuk pemangkasan jumlah desa kering kritis masih belum kami rencanakan," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved