Berita Mojokerto

Seorang Pendaki yang Ngecamp di Bukit Krapyak Mojokerto Dikabarkan Hilang, Simak Kesaksian Temannya

Petugas gabungan TNI, Polri, Perhutani BKPH Pacet, Polhut Tahura mencari keberadaan pendaki yang hilang secara misterius di Bukit Krapyak Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Aqwamit Torik
Istimewa
Petugas gabungan saat melakukan pencarian terhadap pendaki yang dikabarkan hilang di kawasan wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Senin (12/9/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Seorang pendaki dikabarkan hilang saat berkemah di kawasan wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, Perhutani BKPH Pacet, Polhut Tahura hingga kini mencari keberadaan pendaki yang hilang secara misterius tersebut.

Kapolsek Pacet, AKP Amat saat dikonfirmasi mengatakan berdasarkan informasi pendaki yang hilang diketahui bernama Raffi Dimas Baddar (20) mahasiswa asal Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan.

Laporan pendaki hilang ini diperoleh dari  rombongan pendaki ke petugas loket wisata Bukit Krapyak, Pacet, pada Minggu (11/9/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.

Baca juga: Bacaan Doa untuk Pengantin Baru Agar Selali Diberkahi dan Rezeki Mengalir Deras, Amalkan Usai Akad

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

"Jadi teman-temannya ini laporan ke petugas loket kalau saat itu yang bersangkutan belum balik ke tenda," jelasnya, Senin (12/9).

Menurut dia, dari keterangan saksi diketahui Raffi bersama 10 temannya masuk ke kawasan perkemahan Bukit Krapyak, pada Sabtu (10/9) sekitar pukul 18.30 WIB.

Rombongan pendaki ini bermalam dan berkemah di petak 24-C dalam kawasan
Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Claket, Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH)
Pengelolaan Hutan (KPH) Pasuruan.

"Rombongan 11 orang melapor ke petugas loket untuk masuk ke kawasan pada pada Sabtu petang," terangnya.

Keesokannya, Raffi sempat terlihat saat subuh sekitar pukul 05.00 WIB pada Minggu (11/9).

"Usai salat subuh di Musala Bukit Krapyak itu yang bersangkutan sempat bertemu temannya di perjalanan pulang dari Musala  namun saat disapa Raffi tidak hanya diam saja," ucap Amat.

Awalnya mereka mengira Raffi balik ke dalam tenda namun ia tidak terlihat hingga siang sekitar pukul 10.30 WIB. Rekan korban berupaya mencari nama tidak membuahkan hasil hingga akhir mereka melaporkan kejadian ini ke loket Bukit Krapyak.

"Rekan-rekannya mengira itu sudah balik ke tenda tapi saat dicari hingga siang tidak ada belum kembali," ujarnya.

Mendapati laporan adanya pendaki hilang, petugas gabungan dan masyarakat setempat melakukan pencarian di sekitar kawasan Bukit Krapyak pada pukul 12.00 WIB.

Petugas juga sudah menghubungi keluarga Raffi untuk memastikan keberadaan
yang bersangkutan.


"Kami telah menghubungi pihak keluarga dan motor Honda Vario warna hitam N 5597 TQR masih di tempat parkir Bukit Krapyak kita amankan hingga sekarang upaya pencarian terus dilakukan," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah Asper BKPH Pacet KPH Pasuruan, Margono mengatakan korban bersama rombongan masuk ke kawasan Bukit Krapyak untuk berkemah bukan pendakian.

"Bukan pendakian tetapi Nge Camp (Berkemah) di Bukit Krapyak saat ini upaya pencarian terus dilakukan dan belum ditemukan," tandasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved