Berita Madura

Imbas Kenaikan Harga Cabai, Banyak Pedagang yang Terdampak Hingga Kurangi Rasa Pedas

Dampak kenaikan harga BBM, dari beberapa komoditas kebutuhan pokok di Bangkalan hanya cabe rawit yang mulai merangkak naik.  

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Penikmat rujak, Nia (23), warga Kecamatan Kamal merasakan ulekan bumbu rujak tidak lagi sepedas dulu sebelumnya kenaikan harga cabe rawit, Rabu (14/9/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya berpengaruh terhadap kenaikan sejumlah bahan kebutuhan pokok masyarakat namun juga berpengaruh terhadap indera pengecap, lidah. Karena rasa bumbu rujak di Bangkalan kini tidak sepedas sebelumnya.

Para penikmat pedas di Kabupaten Bangkalan harus bersabar seiring naiknya harga cabe rawit di Pasar Ki Lemah Duwur, Jalan Halim Perdana Kusuma. Beberapa penjual rujak memilih untuk berhemat cabe rawit ketika harganya kini menyentuh Rp 55 ribu per KG.  

“Pedasnya sudah beda, sekarang kalau beli rujak cabenya dikurangi oleh si penjual karena harga cabe naik. Kalau mau tambah pedasnya bayar lagi untuk tambah cabe. Jadi untuk penikmat rujak jadinya kurang pedas karena cabe dikurangi,” singkat penikmat rujak khas Bangkalan, Nia (23), warga Kecamatan Kamal kepada Surya, Rabu (14/9/2022).

Baca juga: Respon Suporter Persesa Sampang Terkait Rencana Pembangunan Lapangan Sepak Bola di SSC

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Bangkalan di GoogleNews TribunMadura.com

Beda halnya dengan penjual nasi bebek bumbu hitam khas Bangkalan, Nur Azizah (50), warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah. Ia tetap menjaga dengan tidak mengurangi sedikitpun komposisi kebutuhan cabe dalam racikan bumbu hitamnya.

“Untuk sambel saja saya kurangi. Tetapi ketika para pelanggan meminta tambahan sambel, tetap saya tambahkan tanpa menambah lagi sepeserpun,” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Delly Setiana menerangkan, dari beberapa komoditas kebutuhan pokok di Bangkalan hanya cabe rawit yang mulai merangkak naik.  

“Harga cabe rawit perlahan merangka naik dari seharga Rp 50 ribu per KG ke Rp 55 ribu per KG. Sedangkan harga cabe besar yang sebelumnya seharga Rp 60 ribu, kini mulai turun seharga Rp 50 ribu per KG,” terangnya.

Kenaikan harga cabe, lanjutnya, sebagai dampak dari penyesuaian ongkos angkut karena kenaikan harga BBM.

Seiring berjalannya waktu, dimungkinkan berpotensi memicu kenaikan kebutuhan pokok lain jika memang harga BBM masih tetap pada posisi sekarang.

“Namun semoga (harga kebutuhan pokok) tetap stabil. Seperti halnya harga minyak goreng masih stabil. Harga telur sekarang mulai sedikit menurun, biasanya di harga Rp 30 per KG kini berkisar Rp 27 per KG,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved