Berita Madura

Bupati Baddrut Tamam Minta Guru di Pamekasan Didik Siswa dengan Teladan yang Baik, Jangan Pikir Uang

Pesan tersebut diungkapkan untuk mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul masa depan.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian


TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan pesan penting kepada guru di daerahnya. 


Pesan tersebut diungkapkan untuk mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul masa depan.


Menurutnya, guru harus mempunyai niat tulus dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik, tugas pendidik tidak sekadar melakukan transfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik.


Melainkan yang lebih penting transfer ketauladanan melalui perkataan dan tindakan yang baik.


"Makanya, jangan main-main dalam urusan pendidikan, biar outputnya tidak menjadi generasi main-main. Kalau generasinya main-main, bisa jadi akhlaknya tidak ada, berpikir cepatnya tidak ada, mencintai Indonesia tidak ada, kalau generasinya begitu, maka Indonesia bisa saja tidak sehebat, senyaman, dan setenang hari ini," pesan Bupati Baddrut Tamam, Selasa (4/10/2022).


Penuturan dia, guru yang berpikir profesinya sebagai ladang pekerjaan akan menjadi bibit gagalnya proses pendidikan di Indonesia. 


Sebab, guru yang orientasinya sebatas salary memungkinkan ketauladanan dan sambungan hatinya kepada peserta didiknya terputus. 


Padahal, guru harus bisa menganggap siswa sebagai anak sendiri dengan memberikan perlakuan baik, doa terbaik, dan ketauladanan baik lainnya.


"Kita dorong siswa kita taat karena kita sendiri taat, jadi kalau ketemu siswa hati kita harus bersih, anggap ini anak saya, suatu saat akan menjadi generasi penerus saya dan penerus kepemimpinan bangsa dan negara kita, begitu," ucapnya.

Baca juga: Bupati Baddrut Tamam Terjang Gerimis dan Lewati Jalan Berlumpur Bantu Korban Bencana Angin Kencang


Pendapat Bupati dengan sederet prestasi ini, negara telah memberikan salary yang besar kepada aparatur sipil negara (ASN) guru agar bisa menjalankan tugasnya membina para generasi bangsa Indonesia menjadi generasi unggul di masa yang akan datang.


"Makanya, jangan main-main. Karena negara telah membayar lunas kepada kita. Oleh karena itu, dorong anak-anak kita memiliki cita-cita yang tinggi, memiliki ilmu pengetahuan, memiliki akhlak dan iman yang bagus," ungkapnya.


Revolusi industri yang begitu pesat, lanjut dia, mewajibkan guru mendorong siswanya untuk kreatif, inovatif, kolaboratif, dan akseleratif supaya kelak mampu bersaing dengan generasi hebat lainnya di Indonesia.


"Saya berharap guru mampu menjalankan program prioritas kita di bidang pendidikan demi masa depan generasi kita," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved