Sejarah

Dijuluki Malaikat Maut Putih, Sniper Bertopeng ini Habisi Satu Batalion saat Berdiri di Satu Tempat

Kisah sniper Simo Hayhamenjadi inspirasi lagu White Death, sebuah lagu yang dipopulerkan band metal asal Swedia, Sabaton.

Editor: Aqwamit Torik
Wikipedia
Simo Hayha, sniper atau penembak jarak jauh yang mematikan 

TRIBUNMADURA.COM - Seorang legenda sniper di dunia militer ini dikenal sebagai senjata pembunuh mematikan, ia adalah Simo Hayha.

Pria ini dikenal sebagai sniper atau penembak jitu yang bisa menghabisi nyawa musuhnya dari posisi jauh yang tak bisa dideteksi.

Bahkan dalam sejarahnya, Simo Hayha mampu menghabisi hingga 700 musuh hanya dalam waktu kurang dari 100 hari saja.

Kini Simo Hayha yang sudah meninggal, batu nisannya tertulis tiga kata.

Baca juga: Kisah Sniper Jepang di PD II, Bertengger di Pohon Mengincar Tentara Amerika, Slogannya Bikin Ngeri

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Tapi, di antara para sniper tersebut, nama Simo Häyhä bisa dibilang ada di puncak teratas.

Simo adalah tentara Finlandia, yang tercatat sebagai sniper yang paling banyak membunuh tentara lawan.

Julukannya adalah 'The White Death’ atau Malaikat Maut Putih.

Angka nyawa manusia yang dia renggut bikin merinding, yakni 705 orang.

Sebanyak 505 orang dibunuhnya menggunakan senapan, 200 lainnya dengan senapan otomatis.

Korban sebanyak itu dibunuh oleh Simo dalam waktu kurang dari 100 hari saja!

Yang mencegangkan, angka itu adalah yang terkonfirmasi lawan, karena diperkirakan, ada ratusan lagi lebih banyak.

Batu nisan Simo Hayha
Batu nisan Simo Hayha (Wikipedia)

Yang hebat, adalah bila melihat senapan yang digunakan Simo Häyhä.

Dia merupakan tentara yang bertugas di era Perang Musim Dingin, antara Rusia dan Filandia, pada tahun 1939-1940.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved