Berita Madura

Lapas Narkotika Pamekasan Ikrar Netralitas Pemilu 2024, Kalapas Minta Hak Suara WBP Terpenuhi

Kegiatan yang dirangkai dengan pelaksanaan apel pegawai ini merupakan salah satu bentuk pembinaan netralitas pegawai

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Suasana saat Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, melakukan ikrar netralitas pegawai dan penandatanganan pakta integritas di halaman depan gedung utama Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kontestasi politik pada pemilihan umum di tahun 2024 tengah hangat dibahas di berbagai ruang publik. 

Beberapa partai politik yang terpantau di media massa telah mendeklarasikan mengusung calonnya.  

Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan yang netral, objektif dan akuntabel, Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, melakukan ikrar netralitas pegawai dan penandatanganan pakta integritas di halaman depan gedung utama Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan

Kegiatan yang dirangkai dengan pelaksanaan apel pegawai ini merupakan salah satu bentuk pembinaan netralitas pegawai. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Yan Rusmanto dan seluruh pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan.

Ikrar netralitas pegawai dan penandatanganan pakta integritas ini juga sebagai tindak lanjut dari surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor : SEK-14.KP.05.02 tahun 2022 tentang pembinaan dan pengawasan netralitas  pegawai di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM dalam penyelenggaraan pemilihan umum.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Yan Rusmanto menyampaikan, pemilihan umum merupakan tahapan proses yang perlu diantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan mulai dari sebelum pelaksanaan pemilu, saat pelaksanaan pemilu, dan setelah pelaksanaan pemilu. 

“Mari kita realisasikan pernyataan netralitas ini dengan menghindari hal-hal berkaitan politik praktis seperti ikut dalam kegiatan politik yang berhubungan langsung dengan perjuangan merebut dan mempertahankan kekuasaan politik, ataupun hal-hal berkaitan politik uang, memihak salah satu golongan partai apapun yang telah kita ikrarkan," pesan Yan Rusmanto, Jumat (21/10/2022).

Menurut dia, netralitas pegawai dalam Pemilu ini bukan hanya bagi pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan saja.

Baca juga: Lapas Narkotika Pamekasan Terima 23 Narapidana Pindahan dari Lapas Kelas I Malang, Over Kapasitas

Melainkan seluruh ASN wajib bersikap netral dalam Pemilu nanti.

Saran dia, penting bagi setiap petugas untuk memahami setiap poin dari ikrar yang telah dibacakan. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan hanya di GoogleNews TribunMadura.com

"Prinsip netralitas harus dimulai dari diri sendiri, dan harus tetap saling menjaga dan mengingatkan rekan untuk menjaga netralitas demi kesuksesan Pemilu dan pemilihan Presiden tahun 2024," peringatnya.

Yan berpesan kepada pejabat struktural untuk memfasilitasi warga binaan pemasyarakatan agar menggunakan hak pilihnya dalam kontestasi politik nantinya.

“Koordinasikan dengan KPU untuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung dalam penyelenggaraan pemilihan di dalam Lapas. Pastikan WBP diberikan hak memilih sesuai dengan pilihannya,” harapnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved