Bupati Bangkalan Tersangka KPK

Buntut Bupati Bangkalan Tersangka KPK, Aktivis Sempat Merasa Aneh dan Yakin ada Tersangka Lain

KPK telah menciptakan ketidaknyamanan karena pikiran masyarakat tidak tenang. Sehingga menuai spekulasi-spekulasi liar atas ketidakjelasan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Bupati Bangkalan RK Abd Latif Amin Imron yang menjadi tersangka KPK 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata atas status tersangka Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) dinilai Ketua G25 Indonesia, Dasuki Rahmat ibarat buah dari penantian panjang.

Aktivis sekaligus Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bangkalan itu menerangkan, status tersangka Bupati Ra Latif setidaknya telah memberikan kejelasan di tengah keresahan masyarakat atas serangkaian kegiatan penggeledahan oleh petugas KPK di beberapa kantor instansi pemerintah, gedung DPRD, sejumlah rumah pejabat, rumah hingga rumah seorang anggota DPRD dalam sepekan terakhir.

“Justru ini bagus karena masyarakat sudah mendapatkan kejelasan. Artinya masyarakat sudah tidak lagi berspekulasi. Baru di Bangkalan ini, KPK biasanya 1 atau 2 x 24 jam di sebuah wilayah atau di sebuah lokasi kejadian perkara sudah melakukan eksekusi dilanjutkan dengan pernyataan resmi. Justru di Bangkalan ini agak aneh,” ungkapnya kepada Surya, Jumat (28/10/2022) malam.

Baca juga: Bupati Bangkalan Tersangka KPK, Pengamat Singgung Madura Punya Birokrasi Sulit di Bawah Kendali Elit

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Dengan pola seperti itu, lanjutnya, KPK telah menciptakan ketidaknyamanan karena pikiran masyarakat tidak tenang.

Sehingga menuai spekulasi-spekulasi liar atas ketidakjelasan hukum selama rangkaian kegiatan penggeledahan.

“Walaupun kami percaya bahwa KPK bekerja sungguh-sungguh, bekerja demi penegakan hukum. Kami berharap tidak hanya menyangkut Pak Bupati, tetapi juga menyangkut yang lain.  Karena praktik suap bukan hanya tunggal, pasti ada tersangka-tersangka lainnya,” tegas Dasuki.

Seperti diketahui, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut Bupati Ra Latif telah menyandang status tersangka.

Seiring dengan tindakan penyidikan atas dugaan perkara suap jual beli jabatan serta pengadaan barang dan jasa (PBJ).

Hal itu disampaikan Alex saat mendampingi Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK dalam kesempatan berkenalan dengan awak media di Ruang Media Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2022).

Dasuki memaparkan, berkaca pada serangkaian kegiatan penggeledahan oleh KPK di belasan kantor instansi pemerintahan di lingkungan Pemkab Bangkalan, atensi para petugas Antirasuah itu diyakininya tidak hanya fokus kepada urusan jual beli jabatan belaka.   

“Kami tahu di Bangkalan banyak kasus, seperti kasus proyek, BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Kedua terkait fee proyek yang memang kami mendengar, bahkan sudah ada dua rekening penampung fee proyek yang dibekukan. Walaupun hingga sekarang belum ada pernyataan resmi, tetapi itu A1 (valid) dan kabarnya sudah lama,” paparnya.

Mudah-mudahan dalam 1 atau 2 hari ke depan, lanjut Dasuki, KPK bisa mengembang ke kasus-kasus lain yang lebih pasti serta memberikan keterangan resmi terkait bukti-bukti dari hasil penggeledahan dalam seminggu terakhir di Kabupaten Bangkalan.

“Kami mendorong KPK tetapi dengan informasi yang harus lebih cepat kepada masyarakat. Sehingga kami bisa segera mendapatkan informasi. Kami juga berharap proses penegakan hukum bisa berjalan sampai ke akar-akarnya. Terlalu parah di Bangkalan, apa yang tidak dibeli,” pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved