Bupati Bangkalan Tersangka KPK

DPP PPP Bicara Kemungkinan Penonaktifan Abdul Latif Amin Imron di Struktural Partai

DPP PPP menyebut bakal mengacu pada aturan organisasi, sehingga bisa jadi Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron sementara akan dinonaktifkan

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Yusron Naufal Putra
Ketua DPP PPP Achmad Baidowi bicara kemungkinan nasib Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron di struktur partai saat ditemui di Surabaya, Sabtu (29/10/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - DPP PPP memastikan bakal segera menentukan langkah menyikapi kabar ditetapkannya Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron sebagai tersangka oleh KPK.

DPP PPP menyebut bakal mengacu pada aturan organisasi, sehingga bisa jadi Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron sementara akan dinonaktifkan dari jabatan partai. 


Selain sebagai orang nomor satu di Bangkalan, diketahui Ra Latif memang juga merupakan Ketua DPC PPP Kabupaten Bangkalan.

Baca juga: Jual Beli Jabatan di Bangkalan Disebut Bukan Barang Baru, Pegiat Anti Korupsi Sebut Rahasia Umum

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Pada Jumat (28/10/2022) kemarin, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membenarkan Ra Latif sebagai tersangka dalam kaitan jual beli jabatan. 


Ketua DPP PPP Achmad Baidowi atau Awiek mengatakan, sejauh ini pihaknya memang belum mendapatkan pemberitahuan resmi dari KPK perihal status Ra Latif melainkan hanya mendapat kabar dari pemberitaan.

Namun, pihaknya perlu memikirkan langkah mengingat yang menyampaikan kabar tersebut adalah pimpinan KPK. 


"Tentu DPP akan bertindak secara organisasi berdasarkan AD/ART," kata Awiek saat dikonfirmasi disela kegiatan di Kota Surabaya, Sabtu (29/10/2022). 


Dia menjelaskan, berdasarkan regulasi partainya siapapun yang tersandung KPK dan ditetapkan sebagai tersangka maka perlu dinonaktifkan dari jabatan struktural partai.

Penonaktifan itu dilakukan hingga ada keputusan yang inkrah. 


Meski begitu, Awiek enggan membeberkan lebih lanjut. Sebab perlu dibahas dalam rapat internal partai.

Dalam waktu dekat dia menyebut langkah partai bakal segera ditentukan termasuk mekanismenya seperti apa. 

"Kita masih belum melakukan rapat. Karena kita masih melakukan komunikasi terkait kasus yang menimpa beliau. Karena dengan Ra Latif sendiri belum pernah ada komunikasi terkait hal ini," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved