Berita Madura

PGMNI Gandeng Berbagai Profesi untuk Perhatikan Nasib Madrasah di Jatim yang Memprihatinkan

Peluncuran Madrasah Memanggil, PGMNI Jatim, menggandeng PWI Pamekasan, Kadin Pamekasan, IAIN Madura dan Polres Pamekasan

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Muchsin Rasjid
Ketua DPW Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia Jawa Timur, Mohammad Ali Muhsin, mengenakan kopiah hitam, baju putih lengan panjang, saat penadatanganan kerjasama dengan Polres Pamekasan, PWI Pamekasan, Kadin Pamekasan dan IAIN Madura 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Nasib lembaga pendidikan madrasah di Jawa Timur, saat ini cukup memprihatinkan. Baik sarana dan prasaran, sumber daya manusia (SDM) maupun tata pengelolaannya, termasuk ketimpangan anggaran. Sehingga hal ini, membawa dampak buruk terhadap kualitas pendidikan madrasah.

Ketua DPW Perkumpulan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur, Mohammad Ali Muhsin, mengungkapkan, di sela-sela Peluncuran Madrasah Memanggil, bertajuk “Mengabdi untuk Negeri”, yang digelar di Hotel Cahaya Berlian, Jl Raya Panglegur, Pamekasan, Senin (7/11/2022).

Menurut Ali Muhsin, untuk mengatasi kondisi itu, tidak hanya diperlukan campur tangan pemerintah, melainkan juga peran aktif masyarakat, untuk mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas.

Baca juga: Berawal Dari Iseng Bikin Sepatu Batik, Pengusaha Muda di Pamekasan Ini Raup Puluhan Juta Rupiah

Informasi lengkap dan menarik lainnya Berita Madura dan Berita Pamekasan di GoogleNews TribunMadura.com

“Hal ini jangan kita biarkan. Mari semua bahu-membahu, jangan hanya melipat tangan. Tapi sumbangkan tenaga dan pikiran untuk kemajuan pendidikan madrasah,” kata Ali Muhsin.

Karena itu, dalam peluncuran Madrasah Memanggil, PGMNI Jatim, menggandeng PWI Pamekasan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Pamekasan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Pasca Sarjana dan Polres Pamekasan.

Dikatakan, dengan melibatkan PWI, Kadin, Polres dan IAIN ini, untuk merekrut tenaga relawan dari berbagai profesi guna diterjunkan ke sejumlah Madrasah, yang tersebar di pelosok desa di Madura dan kemudian juga ke beberapa kabupaten dan kota di Jatim.

“Dalam perekrutan tenaga relawan untuk mengajar siswa madrasah ini, tidak ada honornya. Cukup kami bekali baju kaus berlogo Madrasah Memanggil. Saat ini, sudah terdapat 100 relawan yang mendaftar dari Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Relawan ini, segera kami  sebar ke 50 madrasah di Madura,” papar Ali Muhsin.

Dijelaskan, relawan dari berbagai profesi ini tidak hanya mengajar siswa madrasah, tapi juga memberikan pengertian kepada guru pengajar dan pemahaman terhadap wali siswa. Misalnya, relawan PWI memberikan pendidikan jurnalistik.

Walau siswa itu tidak harus jadi wartawan, tetapi setidaknya bisa mengenal dunia wartawan, termasuk menangkal berita hoaks.

Diakui, honor yang didapat dari guru madrasah ini (madrasah swasta.Red), kecil jauh dari sejahtera. Beda jauh dengan guru yang PNS.

Maka, dengan kehadiran relawan dari Kadin, nantinya para guru mendapatkan ilmu dan bimbingan bagaimana menjadi wirausaha, sehingga memiliki penghasilan lain dan tidak hanya mengandalkan honor guru madrasah yang dikumpulkan dari iuran siswa.

Dikatakan, jumlah lembaga pendidikan madrasah di Jawa Timur, saat ini sebanyak 19.000 dengan jumlah guru pengajar sebanyak 180.000 orang. Dan Jatim ini, merupakan provinsi yang memiliki jumlah terbesar madrarah di Indonesia, disusul urutan kedua Jawa Barat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved