Berita Madura

Kepala Satker PJBH Jembatan Suramadu Takjub Hasil Pekerjaan Drainase Warga Bangkalan

Padat karya merupakan kegiatan pembangunan yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Anggota Komisi V Fraksi PKB DPR RI Dapil Jatim XI Madura, H Syafiudin (kanan) didampingi Kepala Satker PJBH Jembatan Suramadu, Herlambang Zulfikar melakukan Kunjungan Spesifik untuk memantau program padat karya berupa pekerjaan drainase sepanjang 1,8 KM di akses Jembatan Suramadu sisi Madura, Kamis (24/11/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Akses menuju Jembatan Suramadu menjadi salah satu titik sasaran pekerjaan proyek nasional program padat karya berupa pembangunan drainase sepanjang 1,8 KM.

Kendati pekerjaan telah selesai sejak September 2022, namun tidak menyurutkan langkah anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, H Syafiuddin untuk turun melakukan kegiatan Kunjungan Spesifik, Kamis (24/11/2022).

Kehadiran Haji Syafi disambut langsung Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (Satker PJBH) Jembatan Suramadu, Herlambang Zulfikar.

Tidak hanya Haji Syafi, Herlambang pun dibuat takjub dengan hasil pekerjaan masyarakat lokal, yakni para pekerja asli Kabupaten Bangkalan.

Baca juga: Jukir Diduga Beri Keterangan Palsu Soal Gaji, Dishub Bangkalan Berang Tak Mau Dikontrak

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

“Hasil pantauan kami anggap tidak jelek lah, seperti yang teman-teman lihat sendiri. Bahwasanya pekerjaan teman-teman lokal kalau kita arahkan, ternyata bisa bagus juga. Ini program padat karya pekerjaan drainase sepanjang 1,8 KM dengan anggaran senilai Rp 3 miliar,” ungkap Herlambang.

Sekedar diketahui, padat karya merupakan kegiatan pembangunan yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin.

Tujuan utama dari program padat karya adalah untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, terutama yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap.

Herlambang menjelaskan, jauh sebelumnya program padat karya berupa pekerjaan drainase dilakukan, pihaknya melakukan koordinasi secara intensif dengan beberapa kepala desa untuk mengumpulkan para pekerja dari masing-masing wilayah.

“Masing-masing wilayah klebun-klebun (kepala desa) setempat kami hubungi. Mereka kami minta untuk mencari dan menyediakan para pekerja. HOK (hari orang kerja) mencapai lebih dari 10 ribu hari.  Sudah selesai sejak September namun masih ada masa pemeliharaan yakni selama 6 bulan,” pungkas Herlambang.

Sementara Haji Syafi mengatakan, kehadirannya ke lokasi pekerjaan drainase program padat karya di akses Jembatan Suramadu sisi Madura sebagai tindak lanjut atas banyaknya laporan yang ia terima dari masyarakat.

Namun pada kenyataannya, lanjut Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bangkalan itu, kwalitas dari hasil pekerjaan bisa dipertanggungjawabkan dan tidak seperti yang dilaporkan masyarakat.  

“Namun kami tetap  mengapresiasi curhatan dari masyarakat terkait pekerjaan padat karya ini. Begitu saya melihat langsung ke lapangan, alhamdulillah laporan-laporan itu tidak seperti yang dilaporkan kepada kami,” singkatnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved