Senin, 18 Mei 2026

Berita Lamongan

Nyali Begal Payudara di Lamongan Ciut saat Beraksi Hadapi Wanita Muda Mahasiswi dan Pengacara

Pelaku bahkan nekat langsung menghadang calon korbannya yang sedang melintas di jalan.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/TribunMadura.com
Kedua korban UI dan EA saat menjalani pemeriksaan kesehatan usai peristiwa yang dialaminya, Kamis (2/2/2023) 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Anda kaum Hawa harus waspada saat melintas di wilayah Karangbinangun, apalagi seorang diri.

Pasalnya, begal payudara dan atau pelaku pencabulan  sedang bergerilya di Karangbinangun.

Dua kejadian dia hari yang sama, di Karangbinangun tepatnya pada Selasa (31/1/2023) seorang pelaku hendak berbuat tidak senonoh  atau cabul pada 2 orang korban pengguna motor.

Pelaku bahkan nekat langsung menghadang calon korbannya yang sedang melintas di jalan.

"Betul ada upaya pencabulan yang dilakukan oleh seorang pelaku di dua tempat di Kecamatan Karangbinangun, " kata Kasi Humas Polres Lamongan saat dikonfirmasi Tribunjatim Network, Kamis (2/2/2023). 

Diduga kejadian percobaan pencabulan di dua tempat berbeda tersebut dilakukan oleh pelaku yang sama. Dan itu terbaca dari modus pelaku saat beraksi dan motor yang dipakai, ciri-cirinya  mempunyai kesamaan.

Pelaku menggunakan sepeda motor Honda Vario warna putih, lampu modif warna ping  dan biru serta  tidak ada plat nomor polisinya.

Kejadian pertama dialami oleh seorang wanita bernama UI (28) yang berprofesi sebagai seorang pengacara warga  Banyuurip  Kecamatan Karangbinangun.

Bermula pada Selasa (31/1/2023) sekitar pukul  19.00  WIB,  korban sedang dalam perjalanan mengendarai  sepeda motor Honda Vario warna putih nopol W 4087 NCP melintas di jalan Desa  Blawi Kecamatan Karangbinangun.

Baca juga: Inilah Tampang Pelaku Begal Payudara yang Beraksi di Sumenep, Kini Ditangkap Polisi

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Tiba-tiba  dihadang oleh seorang pelaku menggunakan sepeda motor Honda Vario warna putih, lampu modif warna ping dan biru dan tidak ada plat nomor polisinya.

Pelaku turun dari motor dan tanpa basa-basi permisi, berpindah  naik di belakang motor korban.  Pelaku memegang tangan kanan korban yang masih memegang setir.

Korban terjatuh bersama dengan pelaku. Dan korban memberanikan diri  melawan dengan memukul pelaku menggunakan tasnya sembari berteriak minta tolong.

Ternyata teriakan korban itu membuat nyali pelaku ciut. Dan  pelaku kabur meninggalkan korban melarikan diri ke arah utara.

Merasa menjadi korban kekerasan dan ancaman kekerasan perbuatan cabul, korban tidak langsung pulang dan  memilih melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Karangbinangun.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved