Berita Madura

APD Petugas Damkar Bangkalan Sudah Diperbaiki, Kini Balas Dendam Pada Tawon Vespa Resahkan Warga

Evakuasi hingga pembakaran sarang serangga predator berbisa itu kembali dilakukan di Mess ASDP Pelabuhan Timur, Kecamatan Kamal

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Alat pelindung diri (APD) yang telah usang milik personil Damkar Satpol PP Bangkalan terpaksa dipermak sebelum melakukan evakuasi dan pemusnahan sarang tawon vespa di Mess ASDP Pelabuhan Timur, Kecamatan Kamal, Senin (6/2/2023) malam 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Serangan gerombolan tawon vespa terhadap tiga personil Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bangkalan memantik aksi ‘balas dendam’. Evakuasi hingga pembakaran sarang serangga predator berbisa itu kembali dilakukan di Mess ASDP Pelabuhan Timur, Kecamatan Kamal, Senin (6/2/2023) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Delapan personil damkar kembali ke lokasi sarang tawon vespa, termasuk Komandan Peleton Damkar Satpol PP Bangkalan, Sodik Johan Wahyudi. Ia menjadi salah seorang korban keganasan serangan gerombolan tawon vespa bersama dua rekannya; Taufan Nasrullah dan Ilahi Robby, Sabtu (4/2/2023) siang. Keduanya terjatuh dari pohon pada ketinggian sekitar 5 meter.  

Sodik bersama terpaksa Robby dilarikan ke Puskesmas Kamal. Sementara Taufan dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan. Tubuh ketiganya menggigil, bekas-bekas sengatan tawon membengkak, dan tekanan darah Sodik ketika mendapatkan perawatan di Puskesmas Kamal sempat naik hingga mencapai 160 mmHg.

“Taufan dan Robby tidak ikut karena masih terasa reaksi dari sengatan tawon, ada sedikit linglung. Saya pun memaksakan diri karena personil damkar lainnya dibantu dari   teman komunitas Naga Mendhel. Alhamdulillah, ‘balas dendam’ semalam teratasi,” ungkap Sodik kepada Tribun Madura, Selasa (7/2/2023).

Evakuasi sarang tawon vespa menindaklanjuti laporan masyarakat di sekitar Mess ASDP Pelabuhan Timur, Kecamatan Kamal, Sabtu (4/2/2023). Serangan tawon dengan ciri tubuh berwarna gelap kombinasi warna kuning itu  telah memakan banyak korban, yakni ayam milik warga.

Baca juga: Nestapa Personil Damkar Bangkalan Diserang Tawon Vespa, Seragam APD Usang Dilarikan ke Rumah Sakit

“Setelah kami ditawur tawon vespa saat evakuasi pertama, warga berpikir kami tak akan kembali. Tadi malam warga antusias, mereka keluar semua memberikan dukungan seperti penyediaan selang air,” jelas Sodik.

Serangan tawon vespa saat evakuasi pertama terhadap Sodik terjadi setelah alat pelindung diri (APD) yang dipakai Taufan dan Robby sudah tidak layak. Gerombolan tawon masuk mengerubuti tubuh hingga kepala Taufan dan Robby melalui resleting APD yang tiba-tiba terbuka.

Evakuasi hingga pembakaran sarang tawon vespa tadi malam berlangsung kurang lebih 30 menit. Di bawah arahan Sodik, personel damkar dan Naga Mendhel dibagi menjadi dua tim. Yakni tim eksekusi dan tim pemusnah.

“Dua buah APD yang kemarin tetap dipakai, kami benahi kerusakan yang berpotensi jebol. Seperti dibagian sepatu dan pergelangan tangan kami ikat dengan tali, lebih aman,” ujar Sodik.

Malam itu, semua penerangan lampu di rumah warga sekitar lokasi sarang tawon vespa diminta untuk dipadamkan, kecuali lampu sorot mobil damkar, selama proses eksekusi hingga pemusnahan selesai. Hal itu dilakukan untuk menghindari tawon mencari tempat terang dan menyerang warga.

Dalam kondisi gelap, kami masih kena benturan tubuh tawon tapi tidak ada sengatan. Bukan serangan tapi benturan saja. Ketika sarang jatuh, tim pemusnah langsung membakar dengan tiga obor,” pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved