Ramadan 2023
Hikmah Ramadan: Upaya Menggapai Lailatul Qodar
Untuk menggapai Lailatul Qodar di bulan Romadhon, dimulai dengan memperbanyak ibadah di bulan Rojab dan Sya’ban.
5. Bahwa menjauhi makan minum serta lain-lain syahwat manusia adalah sebagian dari sifat-sifat Tuhan, karena ibadah puasa dikatakan untuk Dia bukan seperti lain-lain ibadah.
6. Bahwa karena menjauhi makan/minum dan lain-lain syahwat manusia adalah salah satu sifatnya malaikat.
Demikianlah keutamaan bulan Romadlon, karena terdapat ibadah puasa, yang ini dilaksanakan oleh seluruh ummat Islam sebagai ibadah fardlu yang juga merupakan rukun Islam dan juga, karena di bulan Romadlon terdapat Lailatul Qodar.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Bulan Ramadan, Berdamai dengan Perbedaan
B. Keutamaan Lailatul Qodar
Lailatul Qodar adalah malam yang mulia, malam diturunkan Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap, tahap pertama sebanyak 30 juz dari lauhul mahfudz ke langit dunia/ Baitul Izzah secara global, peristiwa ini terjadi pada malam Lailatul Qodar, sedangkan tahap kedua adalah turunnya Al-Qur’an di Gua Hira’ 5 ayat surat Al-‘Alaq dalam peristiwa yang dikenal dengan istilah Nuzulul Quran, setelah itu ayat Al-Qur'an turun berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Keutamaan dan pahala malam Lailatul Qodar ini tersirat dalam QS. Al-Qodr : 1-5:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”
Yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Dinamakan “Lailatul Qodar” di samping karena kemuliaan malam ini yaitu diturunkannya Al-Qur’an, juga pada malam itu menurut keterangan beberapa ulama Allah SWT menakdirkan segala urusan, hukum, rizki, dan ajal untuk jangka selama setahun, kemudian menyerahkan keputusan dan takdir-Nya itu kepada para malaikat, masing-masing menurut bidang tugasnya yang telah ditentukan, maka kepada Jibril diserahkan catatan rahmat dan adzab, kepada Mikail catatan tumbuh-tumbuhan dan rizki, kepada Israfil catatan hujan, angin, dan keadaan cuaca serta kepada Izrail catatan nyawa dan ajal-ajal.( Miftahusshalat, dalam Durrotun Nasihin, 23).
Berdasarkan uraian di atas, terdapat keutamaan Lailatul Qodar, yaitu:
1. Mendapat pahala lebih besar dari pada ibadah seribu bulan atau 83 tahun 4 bulan. Mungkin juga mendapat pahala sama dengan ibadah serratus tahun atau lebih, tergantung kwalitas dan kwantitas ibadahnya.
2. Pada Lailatul Qodar ditetapkan urusan ummat selama setahun ke depan. Maka orang yang mendapat Lailatul Qodar, dalam arti sedang beribadah kepada Alloh pada malam itu, maka akan mendapatkan kehidupan setahun ke depan lebih baik dari pada tahun lalu, dalam hal urusan syariat, ibadah, rizki, Kesehatan, keluarga, dan lain-lain.
3. Karena ditetapkan juga pada lailatul Qodar itu tentang nyawa dan ajal, maka jika ditaqdirkan meninggal dunia pada tahun itu, akan meninggal dunia dengan husnul khotimah
C. Waktu Lailatul Qodar
Waktu terjadinya lailatul Qodar, sebagian ulama berpendapat belum pasti waktunya, maka Nabi Muhammad Saw mengjarkan untuk bersungguh-sungguh menggapai Lailatul Qodar pada sepuluh hari yang akhir di bulan Romadhon. Namun demikian, terdapat pula pendapat yang menyatakan bahwa Lailatul Qodar terjadi pada malam tanggal 27 Romadhon. Sebagaimana yang lazim dilaksanakan di Makkah (Masjidil Haram) dan di Madinah (Masjid Nabawi). Berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/dr-hj-mihmidaty-al-faizah-yacub.jpg)