Berita Madura

Tingkat Gemar Baca Tinggi, Pemkab Bangkalan Matangkan Rencana Bangun Gedung Perpustakaan 3 Lantai

Hasil kajian Tingkat Kegemaran Membaca Pemprov Jatim yang bekerja sama dengan Unair itu memang belum menggambarkan kabupaten secara keseluruhan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ficca Ayu
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Keterbatasan luas gedung perpustakaan umum milik Pemkab Bangkalan tidak menyurutkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat untuk melibatkan masyarakat dalam mengimplementasikan transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Pemkab Bangkalan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tengah mematangkan rencana pembangunan Gedung Perpustakaan Umum berlantai tiga di atas lahan seluas 1,5 hektare di Kelurahan Bancaran. Hal itu tidak lepas dari tingginya kegemaran membaca masyarakat Bangkalan.

Berdasarkan hasil survei Tingkat Kegemaran Membaca terhadap 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur di tahun 2022, minat baca masyarakat Bangkalan berada di kategori tinggi dengan skor 67,2.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan, Moch Musleh mengungkapkan, hasil kajian Tingkat Kegemaran Membaca Pemprov Jatim yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga itu memang belum menggambarkan kabupaten secara keseluruhan.

“Karena itu saat ini kami tengah mematangkan rencana pembangunan gedung perpustakaan umum, masih akan diajukan ke Pemerintah Pusat karena kami terkendala keterbatasan anggaran,” ungkap Musleh kepada Tribun Madura, Jumat (12/5/2023).

Ia menjelaskan, pelaksanaan survei dibatasi 4 kecamatan di masing-masing kabupaten/kota. Untuk Kabupaten Bangkalan, survei dilakukan di Kecamatan Kota Bangkalan, Kamal, Modung, dan Kwanyar dengan materi survei yakni profil responden yang meliputi gender, usia, pendidikan, pekerjaan, dan status ekonomi.

Baca juga: Wabup Pamekasan Meninjau TPS Pasar Kolpajung, Keluhan Pedagang Langsung Direspons dan Diberi Solusi

Baca juga: Anggota DPRD Sulut Diduga Hamili Gadis, Dicari Badan Kehormatan untuk Klarifikasi

Sedangkan indikatornya, lanjut mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bangkalan itu, meliputi tingkat dan aktivitas gerakan membaca. Terdiri dari frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet.

“Gedung perpustakaan umum yang kami miliki saat ini sudah tidak bisa dikembangkan lagi, hanya sekitar luas lahan 1000 meter persegi. Sementara standar nasional perpustakaan sekitar setengah hektar, lahan aset Pemkab Bangkalan yang kami ajukan sekitar 1,5 hektare,” jelasnya.  

Kendati kondisi gedung perpustakaan umum yang tidak representatif, namun Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangkalan tetap berpacu dengan era digitalisasi sebagai upaya meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat.

Menurut Musleh, pihaknya tidak bisa membendung era digitalisasi seperti saat ini tetapi yang bersifat manual seperti penyediaan buku masih diperlukan sambil memaksimalkan platform digital yang sudah dimiliki yakni layanan perpustakaan ‘E-Becah’.

“Perpustakaan tidak seperti dulu, ada yang disebut transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Jadi perpustakaan itu tidak hanya sebagai tempat membaca namun juga sebagai tempat kegiatan masyarakat. Seperti pelatihan dan bedah buku bisa dilakukan di perpustakaan, jadi tidak sebatas tempat membaca seperti dulu, artinya perpustakaan bisa terus dikembangkan,” pungkasnya.

Baca Berita Madura lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved