Berita Madura

Ratusan Personel Polres Bangkalan Bersih-bersih Sampah Plastik, Ingatkan Masyarakat

Mereka bahu-membahu bersama masyarakat sekitar lokasi untuk membersihkan kawasan pesisir, khususnya dari tumpukan sampah plastik

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Peringatan HUT Ke-77 Bhayangkara diaktualisasikan personel Polres Bangkalan dengan mengajak warga serta perwakilan lintas elemen masyarakat untuk bersih-bersih sampah di kawasan pesisir Desa Pernajuh, Kecamatan Socah, Kamis (13/7/2023) 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kegiatan bersifat edukatif atau mendidik tentang pentingnya menjaga dan peduli kebersihan lingkungan tidak sebatas dilakukan Polres Bangkalan dengan paparan teori semata. Namun juga dengan turun langsung membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang pesisir Desa Pernajuh, Kecamatan Socah, Kamis (13/7/2023).

Tidak tanggung-tanggung, ratusan personel meliputi jajaran pejabat utama, anggota staf, dan jajaran polsek, hingga Wakapolres Bangkalan, Kompol Jimmy Heryanto Hasiholan Manurung turut memungut sampah.

Mereka bahu-membahu bersama masyarakat sekitar lokasi untuk membersihkan kawasan pesisir, khususnya dari tumpukan sampah plastik yang berserakan.

“Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik,” ungkap Wakapolres Bangkalan, Kompol Jimmy Heryanto Hasiholan Manurung.

Keberadaan sampah plastik selama ini memang menjadi perhatian berbagai lembaga di dunia, termasuk Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang pernah mendeklarasikan diri sebagai Kampus Bebas Sampah Plastik pada awal Agustus 2019 silam. Kampus UTM berupaya mengurangi penggunaan sampah plastik dan memanfaatkan plastik yang bisa didaur ulang.

Baca juga: Ribuan Pelaku Usaha Bangkalan, Hanya 60 Perusahaan Laporkan Kegiatan Penanaman Modal, Sanksi Menanti

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berdasarkan laporan International Coastal Clean Up 2018 tentang hasil kajian terhadap 10 besar sampah yang dihasilkan di dunia, pampers menjadi sampah plastik dengan proses penguraian paling sulit. Bumi membutuhkan waktu selama 450 tahun untuk mengurai sampah pampers, sampah kaleng selama 200 tahun, sampah styrofoam selama 80 tahun.

Sedangkan penguraian sampah kantong plastik mencapai 10 tahun hingga 20 tahun, puntung rokok selama 5 tahun, kertas koran selama 6 minggu, dan kulit pisang membutuhkan waktu urai selama dua minggu.

“Kegiatan gotong royong membersihkan sampah ini juga untuk menjaga kesehatan masyarakat dan menjaga biota laut. Dengan harapan tidak tercemar sampah, serta dapat terjaga kelestarian dan keindahannya,”

Sementara Kapolres Bangkalan, AKBP Febri Isman Jaya mengungkapkan, kegiatan bersama masyarakat merupakan aksi wujud nyata peduli Polri dalam upaya turut serta melestarikan keasrian dan keindahan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem kawasan pesisir.

“Kami juga merasa memiliki hingga berkewajiban turut merawat kawasan pesisir dari pencemaran dan resiko pengrusakan biota laut akibat sampah yang berserakan. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, wujud Polri peduli terhadap lingkungan sekaligus dalam rangka peringatan HUT Ke-77 Bhayangkara,” singkat Febri. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved