Berita Madura
Gedung Madrasah Diniyah Muballighin Pamekasan Rapuh Guru dan Siswa Ketar-ketir
Gedung sekolah yang dibangun 1985 lalu, sebagian tembok dinding ruangannya rapuh, akibat dimakan usia.
Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Kondisi lembaga pendidikan Madrasah Diniyah (MD) Muballighin 1, di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, terlihat mengenaskan. Guru pengajar dan siswa yang belajar di sekolah ini ketar-ketar, terjadi sesuatu yang membahayakan mereka.
Gedung sekolah yang dibangun 1985 lalu, sebagian tembok dinding ruangannya rapuh, akibat dimakan usia. Sehingga batu batanya nampak menyembul, lantaran semen penguatnya tergerus mengelupas, jatuh ke lantai dan berserakan di lantai.
Kepala MD Muballighin 1, Mohedi, yang ditemui mengatakan, jika kondisi gedung sekolah itu sudah lama seperti itu. Keadaannya cukup memprihatinkan yang sewaktu-waktu membahayakan terhadap guru dan siswanya saat berada di dalam kelas.
“Awalnya yang kami perbaiki dari sekolah ini bagian atapnya. Karena beberapa gentengnya tersingkap dan pecah. Bahkan sebagian jatuh ke dalam ruangan kelas. Tapi mujur, di saat gentingnya jatuh kebetulan tidak ada kegiatan belajar mengajar,” kata Mohedi, Senin (14/8/2023).
Menurut Mohedi, kondisi gedung, atap dan dinding yang mengundang kekhawatiran ini, bisa jadi karena tanah dan cuaca di sekitarnya mengandung garam. Membuat bangunannya ikut tergerus hawa garam. Dan ketika aktifitas belajar mengajar berlangsung, pasir campur semen yang menempel di tembok ruangan, terangkat terbawa angin menerpa wajah guru dan siswanya, membuat perih di mata.
Dikatakan, untuk mencegah agar kerusakan dinding tidak semakin parah, dinding temboknya di bagian depan dipasang tekel keramik. Tetapi di bagian dalam dibiarkan tidak dipasang keramik. Sehingga bila dinding itu disentuh tangan, pasirnya mengelupas.
Baca juga: Jemaah Muslimat NU Tuban Kunjungi Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Dukung Baddrut Tamam Nyalon DPR RI
Informasi lengkap dan menarik Berita Madura lainnya di Googlenews TribunMadura.com
“Biaya perbaikan memasang keramik ini, hasil dari menjual padi yang dibelikan keramik. Sementara padi yang dijual itu, sumbangan dari beberapa warga. Karena jika kami minta sumbangan uang, tentu tidak mungkin,” papar Mohedi.
Dijelaskan, jumlah guru pengajar di sekolahnya 8 orang, dengan honor rata-rata Rp 100.000 per bulan, namun terkadang tidak dibayar. Walau begitu, gurunya tetap mengajar. Sementara siswa yang belajar di sekolah hanya ditarik iuran sebesar Rp 15.000 per bulan.
Abdul Aziz (52), salah seorang guru pengajar di sekolah itu menyatakan, di sekolah itu tidak tersedia toilet. Baik untuk guru dan siswa. Sehingga bila guru dan siswa bila ada yang ingin buang air kecil, guru dan siswa ke luar menumpang kamar mandi tetangga, yang jaraknya cukup jauh.
Mohammad Khomarul Wahyudi, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, yang mendengar kondisi madrasah memprihatinkan itu menyatakan, pihaknya langsung ke lokasi untuk melihat dan mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya.
Menurut Wahyu, politisi dari Partai Bulan Bintang (PBB) ini, untuk perbaikan gedung sekolah pihaknya akan membahas dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pamekasan. Sementara toilet untuk guru dan siswa diusahakan secepatnya dibangun, agar kegiatan belajar mengajar di sana berlangsung dengan nyaman.
“Nah, mengenai kesejahteraan guru pengajarnya, kami akan membicarakan hal ini dengan dinas pendidikan. Di sana terdapat alokasi bantuan untuk madrasah dan guru diniyah. Sebab terdapat dana bantuan guru madrasah diniyah tahun 2021 dari Pemprov Jatim, sebesar Rp 7,4 miliar yang tidak dicairkan dan tertahan di kas daerah Pamekasan,” ujar Wahyu.
Transportasi Murah Meriah Trans Jatim Surabaya-Madura, Bayar Rp 5 Ribu Bisa Nikmati Fasilitas Nyaman |
![]() |
---|
Sudah Ada TransJatim, Warga Madura Ternyata Masih Suka Naik Bus Rute Jauh |
![]() |
---|
Kronologi Meninggalnya Warga Madura di Gurun Pasir saat Ingin Naik Haji Secara Ilegal |
![]() |
---|
Kunjungi Kangean, Kementerian Kelautan dan Perikanan Survei Budidaya Lobster Milik PT Balad Grup |
![]() |
---|
Bangkalan Larang Kelulusan SD-SMA Pakai Toga, Cukup Tasyakuran, Ikuti Gebrakan Gubernur Dedi Mulyadi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.