Berita Pamekasan

Ketua PGMNI Jatim Ungkap Ada Guru Madrasah di Gaji 50 Ribu Sebulan, Ajukan Tantangan Capres-Cawapres

Pendidikan Madrasah, baik tingkat RA, MI, MTs, MA dan Madrasah Diniyah memiliki peran strategis dalam upaya mencerdaskan anak-anak bangsa

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Januar
Istimewa/ TribunJatim.com
Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur, Moh. Ali Muhsin. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pendidikan Madrasah, baik tingkat RA, MI, MTs, MA dan Madrasah Diniyah memiliki peran strategis dalam upaya mencerdaskan anak-anak bangsa yang berwawasan imtek dan imtak.

Namun keberadaan pendidikan madrasah saat ini masih dianggap pendidikan 'kelas dua'.

Menurut Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur, Moh Ali Muhsin, hal ini terjadi karena penyelenggaraan madrasah masih menghadapi sejumlah masalah besar, mulai persoalan pengelolaan dan rendahnya mutu pendidikan madrasah.

Padahal, kata dia, madrasah telah menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional.

Dia menilai, kebijakan pemerintah kurang maksimal dalam memperhatikan pendidikan madrasah, khususnya berkenaan dengan kesejahteraan guru madrasah yang sampai saat ini masih terabaikan.

Baca juga: Pengakuan Kepsek di Pamekasan, Dituduh Gelembungkan Jumlah Siswa oleh Oknum Mengaku Wartawan

Muhsin mengungkap, saat ini masih banyak guru madrasah yang hanya menerima honor Rp 50 ribu perbulannya.

Bahkan ada guru yang tidak diberi honor sama sekali.

Kondisi itu dialami rata-rata oleh guru yang mengabdikan dirinya di Madrasah Diniyah (MD).

Khusus kesejahteraan guru madrasah Diniyah, saat ini masih menjadi kewajiban pengelola madrasah.

"Tidak ada suntikan khusus yang memang dianggarkan oleh pemerintah, sehingga menyebabkan kesejahteraan guru sangat memprihatinkan," kata Muhsin, Sabtu (3/2/2024).

Menurut Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pamekasan itu, sangat penting bagi calon Presiden dan Wakil Presiden untuk memiliki dan menyampaikan komitmennya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para guru madrasah kepada publik.

Muhsin mengamati, selama debat berlangsung, belum ada Capres dan Cawapres yang berani secara spesifik memaparkan program atau visi dan misinya berkenaan dengan kesejahteraan guru madrasah.

"Pada debat terakhir nanti, PGMNI Jatim menantang agar Capres-Cawapres berani untuk berkomitmen dan memaparkan visi dan misinya untuk kesejahteraan guru madrasah," pintanya.

Penuturan Muhsin, pembahasan perihal kesejahteraan guru madrasah menjadi bagian penting yagg sangat ditunggu - tunggu oleh guru madrasah di pelosok negeri yang selama ini kurang mendapatkan perhatian.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved