Rabu, 20 Mei 2026

Berita Terkini Jember

MIRIS! Wanita Tunawicara di Jember Dirudapaksa Iparnya hingga Hamil

Jika Ipar adalah maut adalah film yang viral baru-baru ini, beda halnya dengan kasus pemerkosaan yang menimpa perempuan difabel di Jember, Jawa Timur

Tayang:
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Taufiq Rochman
lxxpx
Ilustrasi Wanita Tunawicara di Jember dirudapaksa hingga Hamil oleh Kakak Ipar 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Nasib pilu Perempuan difabel di Jember, Jawa Timur diperkosa kakak iparnya sediri hingga hamil.

Wanita tunawicara bersama keluarganya tersebut harus melaporkan kasus tersebut ke Polres Jember, agar SGK terduga pelaku kekerasan seksual segera diadili.

Perempuan umur 27 ini merupakan warga Kecamatan Pakusari dan telah hamil 4 bulan, karena diperkosa oleh suami dari saudara sepupunya sendiri.

Diketahui, korban hanya tinggal bersama kedua orangtuanya di Kecamatan Pakusari Jember. Setelah bercerai dengan suaminya 3 tahun lalu.

Kronologi pelecehan tersebut, menurut keterangan keluarga pemerkosaan itu terjadi sekira Maret 2024 ketika korban baru selesai mandi di sungai kawasan Kecamatan Pakusari Jember.

"Korban hanya mengenakan handuk, korban beranjak dari sungai."

"Pelaku langsung mendekati korban dan menyeret korban ke jurang sembari membungkam mulut korban," ujarnya, Rabu (31/7/2024).

Pihak keluarga mengungkapkan saat itu pelaku mendorong putrinya hingga jatuh di tanah.

Kemudian, pria tersebut menyetubuhi korban secara paksa.

"Anak saya diperkosa, dipaksa. Kami sudah berusaha menyelesaikan secara kekeluargaan, tapi pihak sana justru memungkiri, bahkan menantang kami untuk menempuh jalur hukum," ucap keluarga korban lagi.

Keluarga mengungkapkan, saat itu pelaku juga mengaku telah menyewa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Pengacara yang bakal membekingi kasus tersebut agar proses hukum ini tidak berjalan.

"Pihak di sana (pelaku) juga katanya sampai menyewa LSM maupun pengacara, sedangkan kami tidak mampu (membayar pengacara)," ujar keluarga korban.

Pemerintah desa setempat pun telah mencoba memediasi perkara ini, agar tidak makin rumit.

Namun pelaku tetap tidak mau mengakui tindakan bejatnya tersebut.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved