Rabu, 8 April 2026

Madura Terpopuler

Madura Terpopuler: Mahasiswa 20 Negara Daftar UTM hingga Kasus Curanmor Marak di Sampang

Inilah kumpulan berita Madura Terpopuler. Dari mahasiswa 20 negara daftar UTM, hingga kasus curanmor di Sampang.

Penulis: Januar | Editor: Januar
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Rektor UTM, Dr Safi’, SH, MH bersama Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Senat Terbuka dalam Rangka Penutupan Dies Natalis UTM Ke-23 dan Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru PKKMB Sakera 2024 digelar meriah dengan kehadiran sedikitnya 4.045 mahasiswa baru di Gedung Pertemuan RP Moh Noer UTM, Senin (5/8/2024). 

TRIBUMADURA.COM, MADURA- Inilah kumpulan berita Madura Terpopuler. Dari mahasiswa 20 negara daftar UTM, hingga kasus curanmor di Sampang.

1. 125 Calon Mahasiswa dari 20 Negara Mendaftar ke UTM, Khofifah Indar Parawansa: UTM Go Global

Rapat Senat Terbuka dalam Rangka Penutupan Dies Natalis Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Ke-23 dan Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru PKKMB Sakera 2024 digelar meriah dengan kehadiran sedikitnya 4.045 mahasiswa baru di Gedung Pertemuan RP Moh Noer UTM, Senin (5/8/2024).

Dalam kesempatan bertemakan, ‘Lestari Budaya Nusantara, Wujudkan Visi Trunojoyo Muda’ itu, UTM menghadirkan Khofifah Indar Parawansa, figure perempuan yang bisa meraih sukses hingga menjadi Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Menteri Sosial RI 2014-2018, Menteri Pemberdayaan Perempuan RI 1999 -2001.

Kehadiran Khofifah diharapkan pihak UTM, bisa Melahirkan semangat ribuan mahasiswa baru untuk bisa mencontoh dan mentauladani kesuksesan Khofifah yang juga berangkatnya dari nol hingga menjelma sebagai salah seorang tokoh perempuan nasional.

“Saya ingin mengajak kita semua berkolaborasi dari ikhtiar kampus untuk membangun inovasi, kemandirian, menciptakan prestasi-prestasi gemilang menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Khofifah mengawali materi paparannya, ‘Penguatan Peran UTM dalam Pengembangan Potensi Lokal dan Pengembangan Madura’.

Dari atas podium Khofifah menjelaskan, mekanisme dan ekosistem pendidikan di SMA atau Aliyah tentu telah berubah ketika sudah menjadi mahasiswa.

Salah satunya adalah ada kemandirian belajar yang lebih besar, lebih luas, dan lebih kuat dibanding dengan ketika masih di SMA atau Aliyah.

“Pada saatnya kita juga ingin terbang, terbang tinggi dengan sayap kita yang mengepak indah."

"Karena kita sudah punya skill, karena kita sudah punya kompetensi, karena kita juga memiliki capacity untuk bisa mandiri,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Khofifah, UTM sudah menerima siswa dari berbagai negara. Artinya, UTM yang berlokasi di Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura itu sudah menempatkan pada posisi perguruan tinggi berbasis internasional.

“Dan itu menjadi penyemangat keluarga besar UTM, bahwa UTM go global. Mudah-mudahan semuanya lancar, sukses bermanfaat dan barokah,” pungkas Khofifah.

Rektor UTM, Dr Safi’, SH, MH menyatakan, mulai tahun ini pihaknya menyiapkan program afirmasi mahasiswa asing sebagai respon atas deklarasi program Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam upaya membantu mahasiswa korban peperangan di Palestina melalui program beasiswa.

“Saya sampaikan kepada Ibu Khofifah bahwa UTM menyiapkan 30 program beasiswa untuk mahasiswa asing, termasuk anak-anak korban peperangan di Palestina."

"Jadi UTM menyambut baik, UTM siap ambil bagian dalam program pemberian beasiswa dan biaya hidup,” ungkap Safi’.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved