Pilkada Pamekasan 2024

Berbatik Sekar Jagad, Cabup–Cawabup Pamekasan, Kholilurrahman–Sukriyanto Curi Perhatian Publik

Debat publik kedua Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Pamekasan, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan,

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Januar
TribunMadura/ Muchsin Rasjid
Cabup- Cawabup Pamekasan, KH Kholilurrahman – Sukriyanto, saat debat publik kedua Pilkada Pamekasan, mengenakan busana batik Sekar Jagad, yang sempat menyita perhatian publik. 

Laporan wartawan TribunMadura.com, Muchsin Rasjid 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Debat publik kedua Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Pamekasan, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, masing-masing pendukung paslon yang hadir memberikan tepuk tangan, saat paslon bersangkutan usai menyampaikan visi dan tanggapannya yang dianggap cukup bagus, di Ballroom Hotel Odaita, Pamekasan, Sabtu (2/11/2024) malam.

Namun sebagian yang hadir dalam debat publik menaruh perhatian dan fokus  pada penampilan Cabup – Cawabup Pamekasan nomor urut 2, KholilurrahmanSukriyanto, yang mengenakan busana batik khas Pamekasan motif Sekar Jagad

Busana batik dengan warna biru kombinasi putih yang dikenakan Paslon Kharisma, didesain secara stylis mengikuti selera anak muda generasi Z dengan mode jaket bomber. Di bagian kepala, Paslon Kharisma kompak memakai Odhèng batik. Motifnya seragam dengan jaketnya yang dipakainya, sehingga tidak hanya serasi, namun terlihat berwibawa.

Pengusaha batik, sekaligus juga perajin batik, Badrut Tamam, warga Desa Klampar, Kecamatan Proppo, memberikan penilaian khusus jika penampilan Paslon Kharisma terlihat paling menonjol dalam debat publik kedua ini. Sebab dengan berbusana batik model jaket bomber, Paslon Kharisma lebih berkharisma.

“Wouw busana batik yang dikenakan Paslon Kharisma benar-benar memukau. Sehingga kami perajin batik senang dan merasa bangga dengan penampilan Kharisma malam ini. Kami mengucapkan terima kasih, karena Paslon Kharisma telah mengenakan busana Batik Sekar Jagad,” kata Badrut Tamam, yang saat itu menonton siaran langsung debat publik melalui kanal youtube KPU Pamekasan.

Menurutnya, motif batik yang digunakan Paslon Kharisma  menggambarkan karakteristik batik khas Pamekasan. Batik Sekar Jagad merupakan batik yang sudah memiliki hak paten dan jadi simbol kekuatan budaya luhur Kabupaten Pamekasan.  Dan perlu diketahui, motif batik itu bukan sekadar batik. Sebab Sekar Jagad merupakan simbol akar kultur dan budaya yang kuat, bagi perajin batik di Pamekasan.

Tim pemenangan Paslon Kharisma, Ismail, menjelaskan, batik di Pamekasan sudah bukan sekadar usaha kecil menengah, namun sebagian sudah masuk ke industri. Mengenai  komitmennya terhadap kemajuan produk unggulan batik Pamekasan, Paslon Kharisma tidak perlu diragukan lagi. Sebab, saat Kiai Kholilurrahman menjabat, kerajinan batik di Pamekasan berkembang dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Pamekasan.

“Karena itu, di antara salah satu upaya untuk mengembalikan kejayaan batik di Pamekasan, dibutuhkan branding. Makanya malam ini busana yang dipakai Paslon Kharisma dalam debat publik kedua ini memakai batik Sekar Jagad,” papar Ismail.

Ismail, juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pamekasan, menjelaskan, produk unggulan batik Pamekasan harus melejit kembali. Ada beberapa upaya dari Paslon Kharisma yang akan dilakukan, agar batik Pamekasan berjaya kembali.

Pertama, memberikan kemudahan kepada perajin batik untuk mendapatkan bantuan modal usaha dan aman. Artinya, permodalan yang aman dan mudah, tanpa resiko finansial yang tinggi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kedua, inovasi kerajinan batik melalui pelatihan kreatif, seperti desain batik yang sesuai dengan tren pasar serta memiliki daya saing yang tinggi. Lalu ketiga, bagaimana pemasarannya berikut disertai branding batik untuk meningkatkan daya tarik produk. Baik pasar lokal, regional, nasional dan internasional. “Dan yang keempat, kemitraan strategis, antara UMKM dengan korporasi untuk membuka peluang kolaborasi, termasuk pengembangan industri batik sendiri,” imbuh Ismail.

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved